Sahabat.com - Di tengah cuaca panas, banyak orang memilih jus, smoothie, atau koktail buah sebagai minuman pelepas dahaga. Namun, ada satu buah yang perlu diwaspadai, terutama bagi Anda yang rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu. Grapefruit atau jeruk bali merah ternyata dapat memengaruhi cara kerja sejumlah obat di dalam tubuh.
Dokter Nicole James dari Illinois mengingatkan bahwa grapefruit memang aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang. Namun, pasien yang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya memberi tahu dokter jika sering mengonsumsi buah ini dalam jumlah banyak.
"Grapefruit merupakan camilan yang menyenangkan bagi kebanyakan orang, tetapi penting untuk memberi tahu dokter jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah besar karena buah ini dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat," ujar James.
Menurutnya, grapefruit mengandung senyawa alami seperti furanocoumarin dan flavonoid yang dapat menghambat enzim CYP3A4. Enzim ini berperan penting dalam memecah obat-obatan sehingga dapat diproses dengan baik oleh tubuh.
"Ketika mengonsumsi grapefruit, enzim tersebut terhambat sehingga obat yang seharusnya diuraikan justru masuk ke aliran darah dalam kadar lebih tinggi dari yang seharusnya," jelasnya.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko efek samping. Pada pengguna obat penurun kolesterol jenis statin, kadar obat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan nyeri hingga kerusakan otot. Sementara pada penderita hipertensi yang mengonsumsi amlodipine, grapefruit berisiko memicu tekanan darah terlalu rendah dan rasa pusing. Efek serupa juga dapat terjadi pada beberapa obat penenang maupun antidepresan seperti sertraline.
Yang perlu diperhatikan, efek tersebut tidak membutuhkan konsumsi grapefruit dalam jumlah banyak. "Satu buah grapefruit atau sekitar 200 mililiter jus saja sudah cukup meningkatkan kadar obat dalam tubuh, dan efeknya bisa bertahan hingga 72 jam," kata James.
Selain grapefruit, dokter juga mengingatkan adanya interaksi makanan lain dengan obat. Sayuran hijau yang kaya vitamin K dapat memengaruhi efektivitas warfarin, sedangkan produk susu dapat mengurangi penyerapan beberapa antibiotik dan obat osteoporosis.
Karena itu, sebelum mengonsumsi obat secara rutin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai makanan dan minuman yang perlu dihindari agar pengobatan tetap aman dan efektif.
0 Komentar
10 Negara Bagian AS dengan Usia Harapan Hidup Terpendek
Sikat Gigi Ternyata Bisa Jadi Sarang Kuman? Dokter Ungkap Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggantinya
Sering Minum Jus Buah Ini? Dokter Peringatkan Bisa Berbahaya jika Dikonsumsi Bersama Obat
Benarkah Obat Penurun Berat Badan Bisa Memperlambat Penuaan?
Jangan Liburan Tanpa 4 Barang Penting Ini
Leave a comment