Sahabat.com - Memulai hobi baru sering terasa menakutkan, apalagi di tengah jadwal padat dan tuntutan hidup yang serba produktif. Namun, para ahli sepakat bahwa hobi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan emosional. Aktivitas seperti menari, memasak, berkebun, hingga menulis jurnal terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri tanpa harus berorientasi pada hasil atau pencapaian tertentu. Rasa percaya diri ini muncul bukan karena menjadi ahli, tetapi karena kembali terhubung dengan diri sendiri di luar tuntutan performa.
Chloë Bean, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, menjelaskan bahwa banyak orang—terutama perempuan—mengaitkan nilai diri dengan produktivitas. “Dari sudut pandang sistem saraf, hobi bukan tambahan, melainkan sesuatu yang memulihkan dan penting untuk kesehatan jangka panjang. Hobi membantu kita keluar dari mode ‘harus tampil’ dan kembali ke ruang bermain, rasa ingin tahu, serta regulasi emosi,” ujarnya. Menurutnya, bahkan meluangkan beberapa menit untuk aktivitas yang benar-benar disukai sudah cukup memberi efek positif pada rasa percaya diri dan menurunkan kecemasan.
Hal senada disampaikan Jillian Amodio, terapis dan pendiri Moms for Mental Health. Ia menyebut hobi sebagai cara sederhana untuk menyeimbangkan hidup melalui aspek leisure yang sering diabaikan. “Hobi berdampak besar pada kemampuan kita merasa terhubung dengan dunia sekitar, membangun relasi bermakna, dan meningkatkan harga diri,” katanya. Karena itu, Amodio kerap “meresepkan” hobi kepada kliennya sebagai bagian dari perawatan kesehatan mental.
Aktivitas fisik seperti yoga, jalan kaki, menari, hingga bela diri membantu membangun koneksi tubuh dan pikiran, sekaligus memperbaiki postur, citra tubuh, dan rasa aman. Sementara itu, kegiatan kreatif seperti kerajinan tangan, melukis, scrapbooking, atau fotografi membawa seseorang ke kondisi fokus mendalam yang menenangkan sistem saraf. Alison McKleroy, terapis seni, mengatakan bahwa saat seseorang tenggelam dalam proses berkarya, pernapasan melambat, otot lebih rileks, dan hormon stres menurun, sehingga kepercayaan diri pun ikut tumbuh.
Tak kalah penting, hobi seperti memasak atau berkebun memberi rasa mampu dan konsistensi. “Merawat sesuatu yang hidup atau menyiapkan makanan memberi sinyal perawatan diri dan membangun kepercayaan pada kemampuan sendiri,” ujar Bean. Intinya, hobi bukan tentang seberapa sibuk kita, melainkan tentang memberi ruang untuk diri sendiri agar merasa cukup, hadir, dan percaya diri menjalani hidup.
0 Komentar
Bukan Semua Buah Sama, Pilihan Ini Ternyata Lebih Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Vitamin D Ternyata Tidak Bisa Sembarangan Diandalkan, Studi Ungkap Fakta Baru untuk Penyakit Rematik
Cuma 4 Minggu Pilates, Hasilnya Bikin Kaget! Tekanan Darah, Gula Darah, dan Stres Ikut Turun
Wanita Usia 50+ Ramai-Ramai Makan Serat untuk Turunkan Berat Badan, Ternyata Ini Rahasianya!
Rahasia Panjang Umur Terungkap! Kombinasi 2 Jenis Olahraga Ini Terbukti Turunkan Risiko Kematian
Rahasia Awet Bugar Setelah Usia 40 Tahun, Metode Hybrid Training Jadi Tren Kebugaran yang Meledak
Leave a comment