Sahabat.com - Tren minuman non-alkohol semakin populer, terutama di kalangan mereka yang ingin mengurangi konsumsi alkohol tanpa kehilangan momen sosial. Dari bir tanpa alkohol hingga mocktail dalam kemasan, pilihannya kini sangat beragam dan tampak lebih sehat. Namun di balik citra “healthy drink” tersebut, para ahli gizi justru menyarankan agar kita tidak terlena.
Ahli gizi Keri Gans, RDN, mengatakan minuman non-alkohol memang lebih baik dibanding alkohol karena tidak mengandung etanol yang bisa mengganggu tidur, membebani hati, memicu peradangan, dan menambah kalori kosong. Namun ia mengingatkan, “Banyak minuman non-alkohol tidak otomatis sehat karena bisa mengandung gula tambahan dan kalori yang cukup tinggi.”
Lisa Moskovitz, RD, CDN, CEO NY Nutrition Group, juga menegaskan bahwa alkohol dalam bentuk apa pun tetap bersifat racun bagi tubuh. Karena itu, versi non-alkohol sering dianggap pilihan aman. Meski begitu, ia menilai anggapan tersebut perlu dilihat lebih detail. “Keunggulan utama mocktail adalah tidak mengandung alkohol, tapi itu tidak berarti langsung sehat. Jika isinya penuh soda, jus manis, atau pemanis tambahan, sebaiknya tetap dibatasi,” ujarnya.
Scott Keatley, RD, menambahkan bahwa banyak minuman non-alkohol kemasan pada dasarnya hanyalah soda dengan kemasan lebih menarik. “Secara nutrisi, beberapa mocktail kaleng tidak jauh berbeda dari minuman bersoda. Lebih rendah risiko dibanding alkohol, tapi bukan minuman kesehatan,” jelasnya. Ia menyebut pengurangan alkohol memang memberi manfaat besar bagi tidur, pencernaan, dan kesehatan metabolik, namun kandungan gula dan zat aditif tetap perlu diperhatikan.
Para ahli gizi sepakat bahwa jika ingin memilih minuman non-alkohol, sebaiknya perhatikan kadar gula yang rendah, daftar bahan yang singkat, dan sebisa mungkin menggunakan bahan alami seperti herbal, rempah, atau citrus. Minuman seperti air soda tawar, sparkling water ringan, atau minuman botani tanpa pemanis dinilai lebih bijak.
Meski begitu, minuman non-alkohol tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dikonsumsi dengan sadar. Moskovitz menyebut, “Dalam jumlah kecil dan sesekali, minuman ini hampir tidak berdampak buruk.” Intinya, jangan tertipu label sehat. Air putih, teh, dan kopi tanpa gula tetap jadi pilihan utama, sementara minuman non-alkohol sebaiknya dinikmati sebagai selingan, bukan kebiasaan harian.
0 Komentar
Sering Makan Makanan Instan? Pengawet Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Diabetes dan Kanker
Sering Lelah dan Mood Berantakan? Bisa Jadi Ini Tanda Kekurangan Vitamin D yang Jarang Disadari
Bukan Sembarangan, Ini Waktu Terbaik Minum Suplemen Serat Agar Pencernaan Langsung Lancar
Leave a comment