Sahabat.com - Kopi, teh, hingga minuman energi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi mereka yang ingin tetap fokus saat bekerja atau beraktivitas. Banyak orang percaya kafein mampu memberikan tambahan energi secara instan. Padahal, faktanya tidak demikian.
Menurut laporan LMNT, kafein sebenarnya tidak menciptakan energi baru di dalam tubuh. Zat ini hanya bekerja dengan memblokir sinyal kelelahan pada otak sehingga tubuh terasa lebih segar dan terjaga untuk sementara waktu.
Di dalam tubuh, rasa lelah muncul akibat penumpukan molekul bernama adenosin. Semakin lama seseorang terjaga dan beraktivitas, kadar adenosin akan meningkat dan memicu rasa kantuk. Kafein memiliki struktur yang mirip dengan adenosin sehingga mampu “mengambil alih” reseptor di otak dan menghambat sinyal lelah tersebut.
“Semakin banyak adenosin menumpuk, semakin mengantuk seseorang,” ujar profesor neurosains sekaligus pakar tidur, Matthew Walker, Ph.D.
Efek inilah yang membuat seseorang merasa lebih fokus, suasana hati membaik, hingga reaksi otak menjadi lebih cepat setelah mengonsumsi kopi atau minuman berkafein. Selain itu, kafein juga memicu peningkatan aktivitas neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin yang berhubungan dengan konsentrasi dan motivasi.
Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara. Saat pengaruh kafein mulai hilang, rasa lelah yang sempat tertahan akan kembali muncul bahkan terasa lebih berat. Kondisi ini sering dikenal sebagai “caffeine crash”.
“Ketika kafein hilang dari sistem tubuh, semua rasa lelah yang sebelumnya tertahan akan terasa sekaligus. Itulah yang disebut caffeine crash,” jelas Walker.
Meski begitu, kafein tetap bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan. Dosis rendah hingga sedang dinilai mampu membantu meningkatkan fokus, produktivitas, dan performa mental dalam jangka pendek.
Karena itu, penting memahami bahwa kafein bukan sumber energi utama tubuh. Istirahat cukup dan pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama menjaga stamina dan konsentrasi sepanjang hari.
0 Komentar
Jangan Dibuang! Kulit Buah dan Sayur Ini Ternyata Kaya Nutrisi dan Bikin Tubuh Lebih Sehat
Nyeri Kronis pada Wanita Lebih Parah dari Pria? Ini Cara Alami Mengatasinya Menurut Ahli
Vanessa Trump Umumkan Idap Kanker Payudara di Usia 48 Tahun, Tetap Kuat di Tengah Dukungan Keluarga
Leave a comment