Sahabat.com - Wanita ternyata lebih rentan mengalami nyeri kronis dibanding pria. Fakta ini bukan sekadar perasaan semata, tetapi didukung berbagai penelitian medis yang menunjukkan bahwa tubuh wanita memang merespons rasa sakit dengan intensitas lebih tinggi.
Profesor dari Harvard Medical School sekaligus psikolog klinis di Brigham and Women’s Hospital Pain Management Center, Robert N. Jamison, PhD, menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun peneliti menggunakan metode quantitative sensory testing untuk mengukur respons seseorang terhadap rasa sakit seperti panas, dingin, tekanan hingga sentuhan berulang. Hasilnya menunjukkan wanita secara konsisten memiliki sensitivitas nyeri lebih tinggi dibanding pria.
“Wanita jauh lebih sensitif dibanding pria pada hampir semua tes rasa sakit,” ujar Jamison.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal *Science Immunology* juga menemukan bahwa sistem imun pria dan hormon testosteron diduga memberi perlindungan lebih terhadap dampak nyeri kronis. Tak heran jika wanita lebih sering mengalami migrain, fibromyalgia hingga nyeri tubuh berkepanjangan.
Meski terdengar menakutkan, nyeri kronis sebenarnya bisa dikendalikan dengan beberapa langkah alami. Salah satu metode yang banyak direkomendasikan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini membantu penderita mengelola pikiran negatif dan rasa cemas yang dapat memperburuk nyeri.
“Rasa sakit itu nyata, tetapi bukan berarti selalu mengancam jiwa. Dengan latihan, seseorang bisa belajar mengendalikan rasa cemas dan tetap menjalani aktivitas,” kata Jamison.
Selain terapi psikologis, teknik relaksasi seperti pernapasan diafragma dan progressive muscle relaxation juga dinilai efektif membantu tubuh lebih rileks. Aktivitas fisik ringan secara rutin pun penting untuk menjaga tubuh tetap aktif meski sedang mengalami nyeri.
Untuk penanganan medis, beberapa obat seperti Cymbalta dan gabapentin diketahui dapat membantu meredakan nyeri saraf. Namun penggunaan obat tetap harus melalui konsultasi dokter.
Para ahli menilai wanita memiliki peluang lebih besar untuk pulih karena cenderung lebih cepat mencari bantuan medis dan terbuka terhadap pengobatan. Dengan kombinasi pola pikir positif, relaksasi, aktivitas fisik, dan dukungan tenaga kesehatan, kualitas hidup penderita nyeri kronis dapat meningkat secara signifikan.
0 Komentar
Jangan Dibuang! Kulit Buah dan Sayur Ini Ternyata Kaya Nutrisi dan Bikin Tubuh Lebih Sehat
Nyeri Kronis pada Wanita Lebih Parah dari Pria? Ini Cara Alami Mengatasinya Menurut Ahli
Vanessa Trump Umumkan Idap Kanker Payudara di Usia 48 Tahun, Tetap Kuat di Tengah Dukungan Keluarga
Leave a comment