Mengejutkan! Deretan Makanan Populer Amerika Ini Ternyata Dilarang di Banyak Negara

21 Mei 2026 17:01
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Produk krimer kopi dan makanan kemasan di rak supermarket Amerika Serikat yang mengandung bahan tambahan pangan kontroversial.

Sahabat.com - Banyak orang percaya makanan kemasan yang beredar di supermarket sudah aman dikonsumsi karena diawasi badan pengawas seperti FDA di Amerika Serikat. Namun, fakta mengejutkan terungkap. Sejumlah makanan populer yang biasa dikonsumsi masyarakat Amerika justru dilarang atau dibatasi ketat di negara lain karena kandungan bahan tambahan hingga proses produksinya dianggap berisiko bagi kesehatan.

Laporan terbaru dari Stacker mengungkap sederet produk makanan dan minuman terkenal yang masih dijual bebas di Amerika Serikat, tetapi dilarang di beberapa negara Eropa, Jepang, hingga Australia. Salah satunya adalah Mountain Dew yang mengandung brominated vegetable oil (BVO), zat pengemulsi yang disebut dapat memicu gangguan saraf dan penurunan daya ingat. Uni Eropa dan Jepang telah melarang penggunaan bahan tersebut.

Sereal favorit seperti Froot Loops dan Lucky Charms juga masuk daftar karena mengandung BHT dan pewarna buatan seperti Yellow 5 serta Red 40. Di Uni Eropa, bahan pewarna ini wajib disertai label peringatan karena diduga berdampak buruk pada anak-anak. Bahkan, Norwegia dan Austria melarang beberapa produk tersebut sepenuhnya.

Produk lain seperti Skittles, Gatorade, Pop-Tarts hingga Coffee-mate juga disebut mengandung zat aditif dan lemak trans yang sudah dibatasi di banyak negara. Meski lemak trans resmi dilarang di Amerika sejak 2018, beberapa produk disebut masih menyisakan kandungan serupa dalam jumlah tertentu.

Tak hanya makanan ringan, praktik produksi pangan di Amerika juga menjadi sorotan. Ayam yang dicuci menggunakan klorin, salmon budidaya dengan zat pewarna sintetis, hingga penggunaan hormon buatan pada susu sapi menjadi alasan sejumlah negara menolak produk tersebut masuk ke pasar mereka.

Dalam laporannya, Stacker menyebut banyak bahan tambahan pangan yang “masih tersedia di rak supermarket Amerika meski sudah dilarang atau dibatasi di negara lain.” Fakta ini memicu perdebatan soal standar keamanan pangan global dan membuat konsumen semakin sadar pentingnya membaca label komposisi makanan sebelum membeli.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment