Sahabat.com -
Mengendalikan asupan gula sejak dini dapat memiliki dampak besar dalam mengurangi risiko penyakit kronis di kemudian hari. Peneliti dari Pusat Riset Ekonomi dan Sosial Universitas Southern California menemukan bahwa mengurangi paparan gula sejak konsepsi hingga usia dua tahun dapat mengurangi kemungkinan anak mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 di masa depan.
Untungnya, tidak ada kata terlambat untuk membuat pilihan yang lebih sehat. Berikut adalah beberapa tips dari para ahli untuk mengurangi konsumsi gula pada anak.
1. Kenalkan rasa beragam sejak dini
Menurut Zara Stella, ahli terapi nutrisi di Optimal Dental Health, penting untuk memperkenalkan bayi pada berbagai rasa, tidak hanya rasa manis, saat masa penyapihan. Semakin banyak bayi terpapar pada rasa-rasa yang tidak terlalu manis sejak dini, semakin besar kemungkinan mereka akan menerima rasa tersebut di kemudian hari.
2. Eksperimen dengan pengganti gula
Dr. James Goolnik, seorang dokter gigi di Optimal Dental Health, menyarankan untuk mencoba menambahkan kayu manis sebagai alternatif gula yang lebih sehat. Gunakan buah-buahan sebagai pemanis alami daripada gula atau madu, karena buah mengandung serat yang memperlambat pelepasan gula dan mengurangi lonjakan gula darah.
3. Gantilah camilan kemasan dengan bola energi buatan sendiri
Carolina Goncalves, apoteker kepala di Pharmica, menyarankan membuat bola energi sebagai camilan sehat yang mudah dibuat. Cukup gabungkan oat, kurma, dan sedikit bubuk kakao dalam blender atau food processor, lalu bulatkan campuran tersebut menjadi bola-bola kecil. Bola energi ini manis secara alami karena kurma dan kaya serat, dengan tambahan rasa cokelat dari kakao.
4. Ajak anak berbelanja kebutuhan mingguan
Dr. Goolnik juga menyarankan agar orang tua mengajak anak berbelanja untuk memilih bahan makanan. Ini dapat meningkatkan minat anak untuk mencoba makanan baru. Cobalah membeli buah dan sayuran yang berbeda setiap minggunya agar anak tertarik mencoba camilan alternatif yang lebih sehat.
5. Hindari memberikan makanan manis sebagai hadiah
Dr. Goolnik juga mengingatkan agar orang tua tidak menggunakan makanan manis sebagai hadiah atas perilaku baik. Sebagai gantinya, berikan hadiah seperti stiker, alat tulis, waktu layar, atau musik. Pengalaman selama 30 tahun sebagai dokter gigi membuatnya menyaksikan langsung bagaimana gula merusak gigi anak setiap hari. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif lebih sehat dalam memberikan penghargaan, seperti memberikan permen atau cokelat sebagai hadiah.
0 Komentar
Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?
Mau Berat Badan Turun? Studi Harvard Ungkap Karbohidrat Terbaik dan Terburuk untuk Diet
Jangan Asal Ikut Diet Mediterania! Ahli Gizi Ungkap 6 Kesalahan yang Bisa Menggagalkan Hasilnya
7 Makanan Terbaik untuk Otak, Ahli Ungkap Rahasia Meningkatkan Daya Ingat dan Cegah Risiko Demensia
Sering Makan Daging Merah Setiap Hari? Ini Dampaknya pada Tekanan Darah Menurut Ahli
Wabah Infeksi Usus Cyclosporiasis Meningkat, Jangan Anggap Remeh Diare yang Tak Kunjung Sembuh
Pemanis Buatan Ternyata Tak Selalu Aman, 9 Dampak Mengejutkan yang Bisa Mengancam Kesehatan
Fakta Terbaru soal MSG Terungkap, Ternyata Micin Tak Seberbahaya yang Selama Ini Dipercaya
Leave a comment