Sering Makan Makanan Instan? Pengawet Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Diabetes dan Kanker

15 Januari 2026 16:35
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Aktivitas belanja di supermarket dengan deretan makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet, mencerminkan gaya hidup modern yang serba praktis.

Sahabat.com - Gaya hidup serba cepat membuat banyak orang akrab dengan makanan instan, kemasan, dan ultra-proses. Rasanya praktis dan tahan lama, tapi di balik itu, penelitian terbaru memberi sinyal waspada. Sejumlah studi besar menemukan bahwa konsumsi bahan pengawet makanan tertentu berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2 hingga kanker.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 100 ribu orang dewasa di Prancis ini meneliti kebiasaan makan selama bertahun-tahun. Hasilnya, beberapa bahan pengawet yang umum digunakan, seperti sodium nitrit, sulfit, dan potassium sorbate, dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi. Tidak hanya diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker seperti kanker payudara dan prostat juga ditemukan lebih sering pada kelompok dengan konsumsi pengawet tertentu yang lebih tinggi.

Mathilde Touvier, PhD, peneliti utama dari Inserm Prancis, menyebutkan bahwa bahan pengawet yang selama ini dianggap aman ternyata perlu ditinjau ulang. “Bahan pengawet yang banyak dikonsumsi, seperti sodium nitrit dan sulfit, terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes tipe 2 dalam studi jangka panjang ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dari puluhan bahan pengawet yang dikonsumsi, sebagian besar berasal dari makanan ultra-proses yang kini semakin mendominasi pola makan masyarakat urban.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Faktor gaya hidup lain, seperti aktivitas fisik dan pola makan keseluruhan, tetap berperan besar. Namun, temuan ini cukup kuat untuk menjadi pengingat agar lebih bijak memilih makanan.

Ahli gizi Karen Z. Berg menyarankan kebiasaan sederhana yang relevan dengan gaya hidup masa kini. “Biasakan membaca label bahan makanan. Jika terlalu banyak bahan yang sulit dikenali, mungkin itu bukan pilihan terbaik. Pilih makanan segar dan minim proses sebisa mungkin,” katanya. Ia juga menekankan bahwa memasak sendiri di rumah bisa jadi langkah kecil dengan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Di tengah tren hidup sehat dan mindful eating, penelitian ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat rasa dan kepraktisan, tetapi juga dampak jangka panjang dari apa yang kita konsumsi setiap hari.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment