Minum Air di Jam Ini Disebut Bisa Bikin Metabolisme Ngebut, Kata Ahli Gizi

20 Januari 2026 12:16
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang perempuan minum air putih di rumah sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung metabolisme tubuh.

Sahabat.com - Minum air putih sudah lama dikenal sebagai kebiasaan sehat yang sederhana namun berdampak besar bagi tubuh. Selain menjaga suhu tubuh, melancarkan peredaran nutrisi dan oksigen, serta melindungi sendi, air juga disebut berperan penting dalam mendukung metabolisme. Tak heran jika banyak orang mulai bertanya, kapan sebenarnya waktu terbaik minum air agar metabolisme tubuh bisa bekerja lebih maksimal?

Menurut para ahli gizi, kunci utama sebenarnya adalah konsistensi. Minum air sepanjang hari tetap menjadi cara terbaik agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang bisa memicu rasa lelah dan menurunkan energi. Namun, ada momen tertentu yang dianggap lebih optimal jika tujuan Anda adalah meningkatkan metabolisme. Ahli gizi terdaftar asal Toronto, Anar Allidina, menyebut waktu pagi sebagai saat paling ideal. “Waktu terbaik minum air adalah saat bangun tidur, karena tubuh berada dalam kondisi dehidrasi setelah tidur malam,” ujarnya. Ia menyarankan konsumsi sekitar 350 hingga 600 ml air dalam 30–60 menit setelah bangun untuk membantu menghidrasi sel dan mendukung kesehatan pencernaan.

Menariknya, air dingin juga disebut bisa memberi efek tambahan. Ahli gizi Vicki Koenig menjelaskan bahwa minum air dingin dapat memicu thermogenesis, yaitu proses saat tubuh membakar kalori untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh. “Dengan minum air dingin, kita sebenarnya membakar kalori,” katanya. Efek ini memang singkat, tetapi jika dikombinasikan dengan sarapan dalam dua jam pertama setelah bangun, metabolisme bisa ‘terbangun’ lebih cepat untuk menjalani hari.

Selain pagi hari, minum air sebelum berolahraga juga sangat dianjurkan. Saat tubuh bersiap bergerak dan berkeringat, kebutuhan cairan meningkat. “Waktu terbaik untuk tetap terhidrasi adalah saat kita akan menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan,” ujar Koenig. Sebaliknya, para ahli justru menyarankan untuk mengurangi asupan air berlebihan di malam hari. Minum terlalu banyak sebelum tidur bisa mengganggu kualitas tidur karena sering terbangun untuk buang air kecil, yang pada akhirnya berdampak tidak langsung pada kesehatan metabolisme.

Pada tingkat sel, air berperan besar dalam produksi energi. Allidina menjelaskan bahwa setiap reaksi metabolisme dalam tubuh membutuhkan air. Bahkan dehidrasi ringan sekalipun dapat memperlambat pembakaran lemak dan distribusi nutrisi. Kesimpulannya, tidak ada satu waktu ajaib, tetapi mengawali hari dengan minum air, mencukupi kebutuhan cairan saat aktif, dan menyesuaikannya dengan ritme tubuh adalah cara paling realistis untuk menjaga metabolisme tetap optimal.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment