Sahabat.com - Daun chaya yang dikenal sebagai bayam pohon dari tradisi masyarakat Maya kini mulai dilirik ilmuwan dunia karena potensinya dalam membantu mengontrol diabetes.
Dalam sebuah ulasan penelitian terbaru yang terbit di jurnal Pharmaceuticals, para peneliti menemukan bahwa senyawa bioaktif dalam chaya bisa memberi manfaat besar untuk kesehatan, terutama dalam mengatur kadar gula darah.
Tanaman ini sebenarnya sudah lama digunakan sebagai makanan dan minuman herbal di Meksiko. Kandungan protein, serat, vitamin, dan mineralnya cukup tinggi, ditambah adanya flavonoid seperti quercetin dan rutin yang dikenal memiliki efek antioksidan.
Para peneliti menyebut antioksidan ini bisa meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus menurunkan stres oksidatif yang kerap memperburuk kondisi diabetes.
“Hasil penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak chaya dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan, meski uji klinis pada manusia masih diperlukan,” ungkap tim peneliti dalam publikasi tersebut.
Meski terlihat menjanjikan, chaya tetap harus diproses dengan benar sebelum dikonsumsi. Daun segarnya mengandung glikosida sianogenik yang berpotensi berbahaya jika dimakan mentah. Namun setelah direbus sekitar lima menit, kadar racunnya jauh di bawah batas aman menurut FDA, sehingga tetap bisa dimasukkan ke dalam menu sehat sehari-hari.
Beberapa penelitian pada tikus diabetes menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun chaya bisa menurunkan gula darah lebih baik dibanding obat diabetes tertentu. Bahkan ketika dicampur dengan teh hitam atau hijau dari jenis tanaman yang sama, manfaatnya makin terlihat pada kadar kolesterol, trigliserida, dan fungsi hati. Namun, ada juga studi yang menemukan interaksi negatif jika chaya dikombinasikan dengan obat metformin, sehingga penggunaannya tetap harus hati-hati.
Selain membantu menstabilkan gula darah, daun chaya juga berpotensi menurunkan indeks glikemik makanan. Penelitian pada manusia sehat menunjukkan bahwa nasi atau tamal yang diolah bersama chaya memiliki nilai indeks glikemik lebih rendah dibanding tanpa chaya, sehingga bisa menjadi alternatif lebih baik untuk penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga pola makan.
Kesimpulannya, daun chaya memang menjanjikan sebagai pendukung terapi diabetes alami. Namun para ahli menegaskan masih diperlukan uji klinis, standarisasi dosis, serta kajian interaksi dengan obat medis sebelum bisa direkomendasikan sebagai pengobatan rutin. Untuk saat ini, chaya bisa menjadi tambahan bergizi dalam pola makan sehat, asalkan dimasak dengan benar.
0 Komentar
Brokoli vs Kembang Kol: Mana yang Lebih Sehat dan Bikin Langsing? Jawabannya Bikin Kaget
Makan Keju Berlemak Bisa Jaga Otak? Studi Ini Bikin Penasaran
Sereal Anti-Inflamasi Ini Disebut Paling Sehat, Ahli Gizi Sarankan Rutin Dimakan Pagi Hari
Terlalu Banyak Duduk? Ilmuwan Temukan Cara Lezat untuk Lindungi Jantung Tanpa Harus Olahraga
Apa yang Terjadi di Mulutmu Saat Makan Gula? Ini Penjelasan Ilmuwan yang Bikin Ngeri!
Manfaat Vitamin A yang Jarang Diketahui: Bikin Mata Tajam, Kulit Sehat, dan Tubuh Tetap Fit!
Suka Keju? Bisa Jadi Cara Cerdas Kurangi Risiko Dementia di Masa Depan
Leave a comment