Sahabat.com - Bagi banyak orang, memperbaiki pola makan terasa rumit dan melelahkan. Padahal, langkah paling sederhana justru bisa dimulai dari pagi hari, tepatnya lewat sarapan. Para ahli menyarankan agar makan pertama dilakukan dalam satu hingga dua jam setelah bangun tidur. Kebiasaan ini dianggap mampu “mengatur ulang” tubuh agar lebih siap menjalani hari dengan energi yang stabil dan pilihan makan yang lebih bijak.
Sarapan berfungsi mengisi kembali cadangan energi yang terkuras selama tidur malam. Namun manfaatnya tidak berhenti di situ. Ketika tubuh sudah mendapat asupan yang cukup sejak pagi, keinginan untuk ngemil berlebihan atau memilih makanan tinggi gula di siang hari cenderung berkurang. Otak juga membutuhkan glukosa untuk bekerja optimal, sehingga sarapan tepat waktu membantu meningkatkan konsentrasi dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Jika selama ini Anda tidak terbiasa makan pagi, kondisi tersebut bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari kualitas tidur yang buruk, stres tinggi, jadwal kerja tidak teratur, hingga makan malam terlalu berat. Hormon stres kortisol yang meningkat juga dapat menekan rasa lapar. Untuk menyiasatinya, tidak perlu langsung makan besar. Mulailah dengan porsi kecil seperti yogurt, biskuit gandum, atau granola bar agar tubuh kembali mengenali sinyal lapar.
Selebriti kuliner Ina Garten bahkan dikenal hanya sarapan roti gandum dengan mentega dan kopi setiap hari. Kesederhanaan ini menunjukkan bahwa sarapan tidak harus rumit. Setelah tubuh terbiasa, barulah lengkapi dengan protein seperti telur rebus atau keju cottage. Menambah nutrisi juga bisa dilakukan dengan cara praktis, misalnya mengganti pemanis dengan pisang pada muffin buatan rumah atau menambahkan biji rami ke menu pagi.
Metabolisme yang bekerja lebih optimal di pagi hari membuat sarapan seimbang berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dampaknya terasa hingga malam, membantu Anda tetap konsisten dengan tujuan hidup sehat. Membiasakan sarapan tepat waktu bukan hanya soal makan, tetapi tentang membangun fondasi gaya hidup yang lebih mindful dan berkelanjutan.
0 Komentar
Sering Pegal dan Kaku Seiring Usia? Ini Rahasia Latihan Mobilitas agar Tubuh Tetap Lincah
Cek Darah Tak Sekadar Formalitas: Ini Waktu Ideal Tes Darah Sesuai Usia yang Jarang Diketahui
Leave a comment