Sahabat.com - Pernah merasa terbangun tapi tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali? Banyak orang mengenalnya sebagai ketindihan saat tidur atau sleep paralysis. Kondisi ini sering memicu rasa panik karena penderitanya sadar penuh, tetapi tubuh seperti terkunci dan sulit bergerak.
Direktur medis Mayo Clinic Center for Sleep Medicine, Dr. Chad Ruoff, mengatakan sekitar 10 persen populasi pernah mengalami sleep paralysis, meski angkanya bisa berbeda di setiap penelitian. “Sleep paralysis adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa menggerakkan tubuh atau berbicara saat sedang tertidur atau baru terbangun,” jelasnya.
Tak sedikit orang juga merasakan tekanan di dada, sulit bernapas, hingga merasa ada sosok lain di dalam ruangan. Bahkan beberapa kasus disertai halusinasi visual maupun suara yang terasa sangat nyata. Menurut Michelle Drerup dari Cleveland Clinic, kondisi ini sering memunculkan rasa takut berlebihan karena otak sudah sadar, tetapi tubuh belum sepenuhnya pulih dari fase tidur REM.
“Sleep paralysis terjadi ketika pikiran bangun lebih dulu sebelum tubuh mendapatkan kembali kontrol otot,” ujar Drerup.
Meski terdengar menyeramkan, kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan mekanisme alami tubuh saat tidur. Pada fase REM, tubuh memang dibuat lumpuh sementara agar seseorang tidak bergerak mengikuti mimpi. Namun, pola tidur yang berantakan, stres, kurang tidur, tidur telentang, gangguan kecemasan, hingga sleep apnea bisa memicu gangguan tersebut muncul lebih sering.
Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan menjaga jam tidur tetap teratur, mengurangi stres menjelang tidur, serta menghindari posisi tidur telentang. Jika episode ketindihan terlalu sering dan mengganggu kualitas hidup, pemeriksaan medis sangat dianjurkan karena bisa berkaitan dengan gangguan tidur serius seperti narkolepsi atau sleep apnea.
Saat sleep paralysis terjadi, cobalah tetap tenang dan fokus mengatur napas perlahan. Menggerakkan jari tangan atau kaki sedikit demi sedikit juga bisa membantu tubuh kembali pulih lebih cepat.
0 Komentar
Viral! Makanan Sederhana Ini Ternyata Rahasia Turunkan Kolesterol, Dietisien Ungkap Faktanya
Waspada Gejala Langka ISM, Dari Gatal di Kulit hingga Sesak Napas Mendadak yang Sering Diabaikan
Bukan Cuma Olahraga! Studi Mengejutkan Ungkap Aktivitas Seni Bisa Perlambat Penuaan hingga 4%
Leave a comment