Sering Lelah dan Mood Berantakan? Bisa Jadi Ini Tanda Kekurangan Vitamin D yang Jarang Disadari

15 Januari 2026 13:43
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang merasakan kelelahan dan nyeri tubuh, gejala yang kerap dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D.

Sahabat.com - Vitamin D kerap disebut sebagai vitamin “sunshine”, namun perannya jauh lebih besar dari sekadar hasil berjemur di bawah matahari. Nutrisi ini bekerja diam-diam mendukung kesehatan tulang, daya tahan tubuh, hingga proses penuaan yang sehat. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh mereka kekurangan vitamin D. Penelitian menunjukkan hampir setengah populasi dunia tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, dan sebagian besar tidak merasakan gejala yang jelas.

Meski sering tanpa keluhan, ada beberapa sinyal yang patut diwaspadai. Rasa lelah berkepanjangan, nyeri tulang, otot terasa lemah atau pegal, hingga perubahan suasana hati seperti mudah sedih atau murung bisa menjadi tanda. Pada anak-anak, kekurangan vitamin D bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan tulang dan menyebabkan bentuk sendi yang tidak normal. “Studi menunjukkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dengan depresi, penyakit jantung, diabetes, hingga risiko infeksi,” ujar Nguyen, salah satu pakar kesehatan yang terlibat dalam kajian ini, meski ia menegaskan sebagian besar pasien memang tidak menunjukkan gejala spesifik.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kadar vitamin D rendah, mulai dari jarang terpapar sinar matahari, pola makan yang minim sumber vitamin D, hingga kondisi medis tertentu yang menghambat penyerapan nutrisi. Orang dengan kulit lebih gelap, usia lanjut, berat badan berlebih, pola makan vegan, atau memiliki gangguan pencernaan juga berisiko lebih tinggi. Bayi yang hanya mengandalkan ASI tanpa suplementasi pun termasuk kelompok rentan.

Untuk memastikan kondisi ini, pemeriksaan darah sederhana dapat dilakukan, meski tidak dianjurkan untuk semua orang. “Tes biasanya dilakukan pada mereka yang berisiko tinggi,” kata Nguyen. Jika terbukti kurang, penanganannya umumnya mengombinasikan asupan makanan dan suplemen, karena sulit memenuhi kebutuhan vitamin D hanya dari makanan dan sinar matahari.

Vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan berlemak agar penyerapannya optimal, dan sering dipasangkan dengan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, konsumsi berlebihan juga berbahaya dan bisa memicu mual hingga gangguan ginjal. Karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen menjadi langkah bijak. Pada akhirnya, mencukupi vitamin D bukan hanya soal tulang kuat, tetapi juga menjaga energi, mood, dan kualitas hidup sehari-hari.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment