Sering Lupa Taruh HP? Ini Batas Wajar Pikun dan Tanda Bahaya Menurut Ahli

20 Januari 2026 12:17
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang tampak berpikir sambil memegang ponsel, menggambarkan momen lupa ringan yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sahabat.com - Pernah masuk dapur lalu lupa mau ngapain, atau sibuk mencari ponsel yang ternyata ada di tangan sendiri? Pengalaman seperti ini ternyata sangat umum dan bisa dialami siapa saja, dari usia muda hingga lanjut. Gangguan ingatan ringan sering kali membuat orang khawatir berlebihan, padahal tidak selalu menjadi tanda penyakit serius. Psikolog eksperimental sekaligus profesor di University of Alabama at Birmingham, Karlene Ball, Ph.D., menegaskan, “Lupa ringan seperti lupa nama seseorang atau menaruh barang adalah hal yang sepenuhnya normal. Itu bukan tanda masalah serius sampai kondisinya semakin memburuk.”

Seiring bertambahnya usia, momen lupa memang bisa lebih sering terjadi. Namun penting dipahami bahwa penuaan dan demensia adalah dua hal yang berbeda. Banyak faktor gaya hidup yang memengaruhi daya ingat, mulai dari kurang tidur, stres berlebihan, kecemasan, hingga depresi. Kurang tidur membuat otak sulit fokus dan menyimpan informasi, sementara stres berkepanjangan dapat mengganggu kemampuan konsentrasi. Bahkan beberapa obat, termasuk antidepresan, bisa menimbulkan efek samping berupa kebingungan atau mudah lupa.

Menurut Dr. Ball, otak yang menua juga mengalami apa yang disebut “noise” atau gangguan sinyal. Informasi dari mata dan telinga tidak selalu tertangkap dengan jelas sehingga sulit tersimpan dalam memori. “Lebih sulit mengingat sesuatu yang tidak kita lihat atau dengar dengan baik karena sejak awal tidak terekam jelas di otak,” jelasnya. Inilah alasan mengapa lupa nama orang yang baru ditemui atau jarang bertemu masih tergolong wajar.

Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika lupa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya sering kehilangan barang dan tidak bisa mengingat langkah terakhir, menaruh benda di tempat yang tidak masuk akal, mencampuradukkan kata secara terus-menerus, atau lupa nama orang terdekat. Tanda lain yang lebih serius termasuk tersesat di tempat familiar, kesulitan mengikuti instruksi, lupa membayar tagihan, hingga perubahan suasana hati dan kepribadian. Dr. Ball menambahkan, kebiasaan bertanya hal yang sama berulang kali tanpa sadar pernah menanyakannya adalah salah satu sinyal awal demensia.

Untuk menjaga kesehatan otak, langkah sederhana bisa dimulai dari rutinitas harian yang teratur. Menaruh barang penting di tempat yang sama, membuat catatan atau alarm, tidur cukup, mengelola stres, rutin bergerak, dan mengonsumsi makanan sehat untuk otak dapat membantu memperlambat penurunan daya ingat. Selama lupa tidak menghalangi Anda menikmati hidup, kemungkinan besar itu masih dalam batas wajar.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment