Sahabat.com - Zat kimia PFAS (Per- dan Polyfluoroalkyl Substances) atau yang dikenal sebagai "forever chemicals" karena sifatnya yang sulit terurai, ditemukan di banyak produk rumah tangga. Meski sulit dihindari sepenuhnya, para ahli menyebutkan bahwa kita bisa mengurangi paparan zat ini agar lebih aman bagi kesehatan.
PFAS sering digunakan sejak tahun 1940-an untuk memberikan sifat tahan air, noda, dan lengket pada berbagai produk, seperti alat masak anti lengket, pakaian tahan air, hingga kemasan makanan. Sayangnya, zat ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, air minum, udara, atau kontak langsung.
Menurut penelitian, PFAS telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, kanker, gangguan hati, gangguan tiroid, hingga masalah perkembangan pada anak. Bahkan, hampir semua manusia di bumi saat ini sudah terpapar PFAS dalam kadar tertentu.
Meski tidak bisa sepenuhnya menghindari zat ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan PFAS dalam kehidupan sehari-hari:
1. Gunakan Filter Air Berkualitas
Menyaring air minum adalah cara efektif untuk mengurangi paparan PFAS. Pilih filter air yang memiliki sertifikasi dari lembaga terpercaya seperti NSF atau Water Quality Association yang secara khusus menyatakan dapat menyaring PFAS.
2. Ganti Alat Masak Anti Lengket Lama
Gunakan alat masak dari bahan seperti besi cor, kaca, atau stainless steel. Jika memilih produk anti lengket, pastikan terdapat label "bebas PFAS".
3. Batasi Konsumsi Makanan Laut Tertentu
Beberapa jenis makanan laut seperti kerang dan ikan air tawar dari daerah perkotaan atau Danau Besar bisa mengandung kadar PFAS tinggi. Sebaiknya pilih jenis seafood yang lebih aman dan konsumsi dalam jumlah wajar.
4. Periksa Kandungan Produk Perawatan Diri
Zat PFAS juga bisa diserap melalui kulit. Hindari produk kecantikan dan kebersihan yang mengandung bahan berbasis fluoro. Gunakan aplikasi seperti Clearya untuk mengecek kandungan produk.
5. Hindari Furnitur yang Tahan Air atau Noda
Pilih furnitur tanpa perlakuan tahan air atau noda berbahan kimia. Kini tersedia pelapis atau kain anti noda yang bebas PFAS.
6. Kurangi Makanan Cepat Saji
Kemasan makanan cepat saji sering mengandung PFAS. Membatasi konsumsi makanan jenis ini bisa mengurangi paparan.
7. Pilih Pakaian Bebas PFAS
Beberapa pakaian olahraga, jaket hujan, dan sepatu berbahan sintetis mungkin mengandung PFAS. Pilih produk berlabel bebas PFAS atau gunakan bahan alami seperti katun atau wol.
8. Kurangi Penggunaan Produk Kemasan
Banyak kemasan makanan seperti plastik dan bahkan beberapa kemasan ramah lingkungan ternyata mengandung PFAS. Belanja di pasar tradisional, beli dalam jumlah besar, atau gunakan wadah kaca bisa menjadi solusi.
Mengurangi paparan PFAS bukan hanya baik bagi kesehatan tubuh, tetapi juga mendukung lingkungan yang lebih sehat. Mulailah dari langkah kecil di rumah untuk perubahan besar di masa depan.
0 Komentar
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment