Telur Paskah Berwarna Boleh Dimakan atau Berbahaya? Ini Fakta Mengejutkan dari Ahli!

01 April 2026 11:59
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi telur Paskah berwarna-warni yang digunakan dalam permainan egg hunt.

Sahabat.com - Tradisi menghias telur saat Easter Sunday selalu jadi momen seru yang dinanti, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Mulai dari mewarnai telur hingga berburu telur di halaman, semuanya terasa menyenangkan. Tapi setelah perayaan selesai, muncul pertanyaan penting: apakah telur Paskah yang sudah diwarnai masih aman untuk dimakan?

Menurut ahli keamanan pangan Darin Detwiler, pewarna makanan yang digunakan untuk menghias telur sebenarnya tidak berbahaya. “Pewarnanya bukan masalahnya,” ujarnya. “Yang jadi perhatian adalah waktu, suhu, dan cara penanganannya.” Artinya, meskipun terlihat cantik dan menggoda, telur tersebut belum tentu aman dikonsumsi.

Masalah utama muncul dari cara penyimpanan selama kegiatan berlangsung. Telur rebus yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang—terutama di luar ruangan saat egg hunt—berisiko masuk ke zona suhu berbahaya, yaitu antara 4 hingga 60 derajat Celsius. Dalam kondisi ini, bakteri berbahaya seperti Salmonella bisa berkembang dengan cepat, meski telur terlihat normal dari luar.

Risiko keracunan makanan pun tidak bisa dianggap sepele. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, sakit perut, diare, hingga demam. Bahkan, anak-anak memiliki risiko lebih tinggi jika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri.

Untuk menghindari hal tersebut, ada aturan sederhana yang perlu diingat: telur rebus tidak boleh dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam, atau satu jam jika cuaca panas. Jika telur digunakan untuk berburu di luar ruangan, terkena sinar matahari, atau sering disentuh, sebaiknya tidak dikonsumsi. Bahkan, telur dengan cangkang retak juga berpotensi terkontaminasi kuman dari lingkungan.

Sebagai solusi aman, Detwiler menyarankan penggunaan telur plastik untuk kegiatan berburu. “Dari sisi keamanan pangan, telur plastik jauh lebih aman karena menghilangkan risiko sepenuhnya,” jelasnya. Dengan begitu, aktivitas tetap seru tanpa mengorbankan kesehatan.

Jadi, jika ingin tetap menikmati telur setelah perayaan, pastikan telur disimpan di lemari pendingin dan tidak digunakan dalam permainan. Cara ini membuat tradisi tetap menyenangkan sekaligus aman untuk seluruh keluarga.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment