Sahabat.com - Siapa sangka, tubuh sebenarnya mengalami “lonjakan” penuaan di usia 40-an dan 60-an. Sebuah studi Stanford Medicine yang dipublikasikan di Nature menemukan bahwa perubahan molekul tubuh tidak terjadi secara bertahap, tetapi melonjak tajam di usia sekitar 44 dan 60. Peneliti senior Michael Snyder, PhD, bahkan menegaskan bahwa “usia pertengahan adalah masa perubahan dramatis pada tubuh, dan hal itu terjadi pada hampir semua jenis molekul.”
Hasil penelitian ini membuat banyak orang mulai mempertanyakan apa yang bisa dilakukan sejak sekarang. Meski studi ini menggunakan sampel kecil, para dokter sepakat bahwa kebiasaan yang tepat mampu membantu memperlambat proses penuaan yang berlangsung cepat.
Salah satu yang paling penting adalah tidur. Dermatolog Marisa Garshick, MD, menyebut bahwa malam hari adalah waktu reparasi alami kulit, sehingga tidur cukup—minimal tujuh jam—menjadi kunci. Selain itu, dokter Keri Peterson menegaskan bahwa alkohol semakin sulit dicerna seiring bertambahnya usia dan dapat mengacaukan tidur. “Bahkan satu gelas saja sudah mengganggu kualitas tidur,” ujarnya.
Masuk usia 40-an, latihan kekuatan semakin penting. Pelatih pribadi Kristen McParland mengatakan bahwa wanita bisa kehilangan 3–5 persen massa otot per dekade. “Cukup dua kali latihan kekuatan seminggu, 30–60 menit, dan pastikan otot benar-benar tertantang,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa asupan protein berperan besar, dan menyarankan konsumsi 0,8–1 gram per pon berat badan untuk mendukung pembentukan otot. Kardio pun tak boleh ditinggalkan, cukup 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.
Perlindungan kulit juga wajib. Dr. Garshick mengingatkan pentingnya sunscreen SPF 30 atau lebih, karena sinar UV mempercepat penuaan kulit dan merusak DNA sel.
Memasuki 50-an menuju 60, beberapa kebiasaan tambahan perlu dilakukan. Dr. Peterson menyarankan konsultasi hormon, terutama bagi perempuan yang menghadapi perimenopause atau menopause. “Terapi hormon bisa membantu meringankan gejala seperti hot flashes, gangguan tidur, dan menjaga kesehatan tulang,” jelasnya. Ia juga mendorong aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca atau puzzle, agar fungsi kognitif tetap tajam.
Selain itu, fleksibilitas, keseimbangan, dan latihan power mulai penting untuk mencegah risiko jatuh. McParland menyebut bahwa latihan sederhana seperti kettlebell swing atau gerakan naik-turun dengan teknik yang benar dapat membantu respons tubuh tetap cepat.
Apa pun usia Anda sekarang, para ahli sepakat bahwa memulai kebiasaan sehat tidak pernah terlambat. “Saya punya klien usia 60-an yang tetap menunjukkan perubahan positif,” kata McParland.
0 Komentar
Angkat Beban Bukan Hanya Untuk Otot, Tapi Juga Rahasia Otak Lebih Sehat!
Rahasia Berat Badan Ideal: Tes Darah Bisa Jadi Kunci Tersembunyi!
Pria 40+ Wajib Tahu! 14 Tes Kesehatan Ini Bisa Selamatkan Hidupmu
Trik Bugar Usia 40+: Rahasia Latihan dari Pelatih Selebriti yang Bikin Tubuh Tetap Kuat & Awet Muda
Jangan Pernah Campur Dua Minuman Ini Saat Minum Obat Darah Tinggi—Ahli Farmasi Ungkap Risikonya
Apa yang Terjadi di Mulutmu Saat Makan Gula? Ini Penjelasan Ilmuwan yang Bikin Ngeri!
Leave a comment