Sahabat.com - Tren ini terinspirasi oleh kebiasaan makan dari kawasan Balkan, di mana pengguna media sosial berbagi video menikmati sayuran mentah, roti, keju, daging yang diawetkan, dan acar langsung dari meja.
Menurut Yasi Ansari, ahli diet terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, banyak video menampilkan hidangan yang dilengkapi dengan saus berwarna cerah seperti ajvar, yang terbuat dari paprika manis dan rempah-rempah.
"Tren sarapan Balkan menunjukkan bagaimana tradisi makanan dari berbagai budaya dapat memperkaya pola makan kita," kata Kelly LeBlanc, ahli diet dan wakil presiden nutrisi di Oldways, lembaga nirlaba yang mempromosikan diet tradisional.
"Ini mengingatkan kita bahwa sarapan di seluruh dunia tidak selalu sama dengan apa yang dianggap orang Amerika sebagai sarapan."
Sarapan Balkan di TikTok
Video yang memicu tren ini, diunggah oleh pengguna @.dayi pada Agustus lalu, telah ditonton lebih dari 6 juta kali. Dalam video tersebut, dia terlihat mengigit paprika manis, tomat, mentimun, roti, dan keju. Sejak itu, banyak pengguna lain mulai mencoba versi mereka sendiri, menambahkan telur orak-arik, daging olahan, atau sosis.
Kristina Vavura, ahli gizi asal Bulgaria yang kini berpraktik di Skotlandia, mencatat bahwa makanan yang ditampilkan di TikTok lebih mirip camilan daripada sarapan tradisional Bulgaria.
"Sarapan klasik kami adalah banitsa, kue yang terbuat dari telur, keju feta, dan yogurt, biasanya dibuat malam sebelumnya," jelasnya.
Namun, bahan-bahan yang terlihat dalam video tetap mencerminkan keaslian makanan Balkan.
Nutrisi dalam Sarapan Balkan
Menurut para ahli, sarapan Balkan umumnya sehat. Sayuran dalam hidangan ini kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Paprika, misalnya, mengandung banyak vitamin C, A, dan E, serta kalium, yang baik untuk kesehatan jantung. Keju juga menambah protein dan kalsium, sementara roti gandum utuh menyediakan serat dan nutrisi penting lainnya.
Namun, tidak semua variasi sarapan Balkan sehat. "Penting untuk memperhatikan ukuran porsi," kata LeBlanc.
Banyak pengguna TikTok yang tampaknya membesar-besarkan ukuran porsi untuk efek komedi. "Saya telah melihat orang mengonsumsi keju seukuran satu pon, yang tidak disarankan," tambahnya.
Tips Mencoba Sarapan Balkan
Jika Anda tertarik untuk mencoba tren sarapan Balkan, LeBlanc menyarankan agar Anda tidak merasa terbatasi oleh jenis makanan tertentu. Membuat papan sarapan dengan sayuran, keju, roti, dan saus bisa menjadi cara menyenangkan untuk memulai hari.
Namun, penting untuk menyesuaikan diri dengan pola makan baru, terutama jika Anda tidak terbiasa dengan konsumsi serat tinggi. "Tambahkan serat secara bertahap dan tingkatkan asupan air," kata Ansari.
Koneksi Budaya Melalui Makanan
Vavura berharap tren sarapan Balkan ini akan mendorong orang untuk lebih menghargai makanan sehat dari kawasan tersebut, seperti tarator—sup dingin yang terbuat dari yogurt, mentimun, dan bawang putih.
"Makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang budaya dan kebersamaan," ujarnya.
"Di Bulgaria, kami cenderung menikmati makanan bersama orang-orang terkasih, menciptakan pengalaman yang lebih berharga."
Dengan semakin populernya tren ini, semoga semakin banyak orang yang terhubung dengan tradisi kuliner Balkan dan menikmati manfaat kesehatan dari pola makan yang beragam.
0 Komentar
Pola Makan “Hyperfixation Meal” yang Sedang Viral, Disebut Bantu Turunkan Berat Badan Lebih Mudah
Menu Sarapan Ini Diam-Diam Bikin Energi Kamu Full Seharian!
Rahasia Tersembunyi di Balik Buah Naga: Bisa Bikin Jantung Lebih Sehat Tanpa Disangka!
Rahasia Buah “Super” Ini Bikin Otak Tetap Tajam, Bahkan di Usia Tua!
Rahasia Tersembunyi Kismis: Camilan Manis Ini Ternyata Punya Manfaat Besar untuk Tubuh
Makan Sehat Tapi Berisiko? Studi Ini Ungkap Kaitannya dengan Kanker Paru di Usia Muda
Kubis Tiba-Tiba Jadi Superfood Viral, Manfaatnya Bikin Kaget!
Bahaya Tersembunyi Camilan Favorit: Makanan Manis dan Asin Ternyata Diam-Diam Merusak Otot
Gizi Seimbang Jadi Kunci Daya Tahan Tubuh dan Tumbuh Kembang Anak
Leave a comment