Sahabat.com - Dua studi terbaru kembali menyoroti vaksin COVID setelah ditemukan adanya keterkaitan dengan beberapa risiko kesehatan, termasuk kemungkinan meningkatnya cedera ginjal dan infeksi pernapasan tertentu. Meski begitu, para ahli mengingatkan agar publik tidak langsung mengambil kesimpulan karena temuan ini masih membutuhkan penelitian lanjutan.
Dalam sebuah studi observasional dari Korea, peneliti Jihun Song menjelaskan bahwa pola infeksi saluran napas berubah drastis setelah pandemi.
Ia mengatakan, “Infeksi seperti flu memang menurun, tetapi infeksi pernapasan ringan justru melonjak tajam pada 2023 dan 2024, bahkan batuk rejan meningkat lebih dari 40 kali lipat dibanding tren sebelumnya.”
Penelitian itu juga menemukan bahwa mereka yang menerima empat dosis vaksin cenderung lebih sedikit terkena flu dan pertusis, namun lebih sering mengalami flu biasa dan infeksi ringan lainnya.
Ahli bioteknologi Jacob Glanville mengingatkan bahwa kelompok yang menerima lebih banyak dosis vaksin memiliki usia rata-rata 67 tahun, jauh lebih tua dari kelompok lain.
“Perlu dilakukan penyelarasan usia sebelum menganalisis data, karena jelas orang yang lebih tua lebih sering dirawat untuk infeksi ringan,” ujarnya.
Sementara itu, studi lain menemukan adanya hubungan antara vaksinasi dan risiko cedera ginjal dalam satu tahun. Meski angkanya tetap rendah, jumlah kasus pada kelompok vaksin lebih tinggi dibanding kelompok yang tidak divaksin.
Glanville menilai, “Risikonya memang kecil, tetapi sinyal ini layak diteliti lebih jauh.” Namun ia juga menegaskan bahwa risiko penyakit ginjal akibat infeksi COVID justru jauh lebih tinggi dibanding dari vaksin itu sendiri.
Beberapa ahli menekankan bahwa penelitian observasional memiliki keterbatasan, termasuk data medis yang tidak lengkap, perbedaan kebiasaan berobat, hingga faktor kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Hua Wang, profesor universitas yang menelaah metodologi penelitian, menegaskan, “Baik manfaat maupun risikonya muncul dalam studi ini, jadi kita tidak boleh hanya menyoroti efek negatifnya saja.”
Dokter Marc Siegel juga memperingatkan agar publik tidak salah paham. Ia mengatakan, “Studi ini sama sekali tidak membuktikan bahwa vaksin menyebabkan masalah ginjal atau infeksi pernapasan. Namun, hasilnya patut ditindaklanjuti karena menyangkut respons imun yang kompleks.”
Pada akhirnya, penelitian ini bukan peringatan untuk menghindari vaksin, melainkan pengingat bahwa lanskap kesehatan pascapandemi sedang berubah dan masih membutuhkan pemantauan lebih ketat.
0 Komentar
Rahasia Makan Pasta Tanpa Takut Gula Darah Naik, Ahli Gizi Ungkap Trik Simpel yang Jarang Diketahui!
Menstruasi Deras Usia 40-an Disertai Gumpalan Darah? Ini Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Tahu!
Cuma 30 Menit Angkat Beban 2 Kali Seminggu, Otot Langsung Tumbuh? Ini Kata Studi Terbaru!
Minum Aspirin Setiap Hari Cegah Kanker Usus? Studi Terbaru Bongkar Fakta Mengejutkan Ini!
Sel Kekebalan Otak Rela “Mati” Demi Hentikan Parasite Ini Menyerang
Rahasia Pesan Cocktail Lebih Sehat di Bar, Ahli Gizi Bongkar Triknya!
Berhenti Ozempic Tiba-Tiba? Ini yang Terjadi pada Berat Badan dan Gula Darah Anda!
Leave a comment