Sahabat.com - Sebanyak 68 orang dilaporkan terinfeksi dan 18 di antaranya dirawat di rumah sakit akibat wabah salmonella yang diduga terkait dengan timun utuh yang dijual di 26 negara bagian Amerika Serikat dan sebagian wilayah Kanada.
Menurut pernyataan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS yang dirilis pada Jumat, informasi epidemiologi dan pelacakan menunjukkan bahwa timun yang ditanam oleh Agrotato, S.A. de C.V. di Sonora, Meksiko, termasuk yang ditarik oleh SunFed Produce LLC, mungkin terkontaminasi salmonella dan dapat menyebabkan penyakit pada konsumen.
Dalam pemberitahuan penarikan produk yang dipublikasikan di situs web Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Kamis lalu, SunFed Produce LLC mengungkapkan bahwa timun yang terpengaruh dijual antara 12 Oktober hingga 26 November dalam kemasan kardus besar yang bertanda label SunFed atau dalam kotak putih generik atau keranjang plastik hitam dengan stiker yang mencantumkan nama petani.
“Kami segera bertindak begitu mengetahui masalah ini untuk melindungi konsumen. Kami bekerja sama dengan pihak berwenang dan peternakan yang terlibat untuk menentukan penyebab kemungkinan kontaminasi,” kata Presiden SunFed, Craig Slate, dalam pengumuman penarikan tersebut.
"Kami mewajibkan semua petani kami untuk mematuhi persyaratan keamanan pangan FDA," tambahnya.
Timun yang terpengaruh didistribusikan di negara bagian seperti Alaska, Arizona, Arkansas, California, Colorado, Connecticut, Florida, Idaho, Illinois, Indiana, Kansas, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, New Jersey, New York, North Carolina, Oklahoma, Pennsylvania, Tennessee, Texas, Utah, Virginia, Washington, dan Wisconsin, menurut SunFed yang berbasis di Arizona. Selain itu, timun tersebut juga dijual di beberapa bagian Kanada, termasuk provinsi Alberta, British Columbia, Calgary, Ontario, dan Saskatchewan.
Perusahaan menghimbau konsumen untuk memeriksa apakah timun yang mereka miliki termasuk yang ditarik dari peredaran dan untuk menghindari konsumsi atau distribusi produk yang mencurigakan.
Ini bukan pertama kalinya timun ditarik karena kemungkinan kontaminasi salmonella: Pada awal tahun ini, setidaknya 551 orang diduga terinfeksi salmonella dan 155 orang dirawat di rumah sakit di Florida selatan setelah mengonsumsi produk yang terkontaminasi.
Setiap tahunnya, salmonella menyebabkan sekitar 1,35 juta infeksi di Amerika Serikat, menurut CDC.
Meskipun infeksi salmonella pada orang sehat seringkali hanya menyebabkan demam, diare, mual, muntah, dan nyeri perut, bakteri ini bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius bahkan fatal pada anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi salmonella dapat menyebabkan infeksi arteri (aneurisma terinfeksi), endokarditis (radang jantung), dan arthritis. Gejala biasanya muncul antara enam jam hingga enam hari setelah infeksi dan dapat berlangsung antara empat hingga tujuh hari, menurut CDC.
0 Komentar
Wanita Usia 50+ Ramai-Ramai Makan Serat untuk Turunkan Berat Badan, Ternyata Ini Rahasianya!
Ahli Gizi Ungkap Rahasia Murah untuk Hidup Lebih Sehat, Ternyata Cukup Rutin Makan Kacang-Kacangan
Rahasia BAB Lancar Setiap Pagi, Ahli Gizi Ungkap Menu Makan Malam yang Wajib Dicoba
Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Sensasi Panas Tubuh!
Bukan Brokoli! Ini 4 Sayuran Tinggi Serat yang Ternyata Lebih Baik untuk Pencernaan
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Makanan Kaya Kalsium yang Kandungannya Lebih Tinggi dari Segelas Susu, Cocok untuk Tulang Sehat
Buah yang Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
Leave a comment