3 Anak Meninggal di Situbondo Karena DBD, Ketahui Cara Pencegahan dan Pertolongan Pertama Terhadap Penderitanya

08 Mei 2024 11:30
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Nyamuk demam berdarah. (iStockphoto)

Sahabat.com - Demam berdarah dengue (DBD) merenggut 3 nyawa anak-anak di Situbondo, Jawa Timur. Ketiga anak tersebut juga termasuk dalam sembilan pasien DBD yang menjalani rawat inap di RSUD dr. Abdoer Rahem dalam sepekan terakhir ini. 

Seperti diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD. Diantaranya adalah rendahnya kekebalan tubuh masyarakat, kepadatan jentik nyamuk atau populasi nyamuk penular yang banyak ditemukan di musim penghujan, genangan air di tempat-tempat tertentu seperti ban bekas, kaleng bekas, talang air, botol bekas, gelas bekas, lubang pohon, bambu, pelepah daun, dan sebagainya.

Tips Pertolongan Awal 
Terhadap Penderita DBD 

Menurut Kemenkes RI
Jika terdapat anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala DBD, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.

Tirah baring (bedrest)

Perbanyak minum air minimal 2 liter per hari

Kompres hangat

Berikan obat pereda demam, jika demam tinggi

Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya segeralah dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut.

Tips Pencegahan DBD

Selain itu, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien hingga saat ini yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang Barang Bekas).

Menguras

Bersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti: ember air, bak mandi, penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lain.

Menutup

Tutup rapat tempat penampungan air

Mendaur Ulang Barang Bekas

Daur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas. Hal tersebut karena barang bekas dapat berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
Sementara itu, Plus pada metode 3M Plus tersebut dimaksudkan untuk melakukan segala bentuk kegiatan pencegahan yang lain seperti:

Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Menggunakan kelambu saat tidur

Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk

Menanam tanaman pengusir nyamuk

Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.

Kemenkes menghimbau seluruh masyarakat untuk peduli dan mau berupaya mencegah penyebaran DBD dengan menjaga lingkungan, melaksanakan PSN minimal di tempat tinggalnya masing-masing, serta personal hygiene. Guna mewujudkan hal tersebut, perlu adanya komitmen dan upaya dari masing-masing individu serta pemerintah setempat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment