Bukan Jalan Kaki! Penelitian Ungkap Olahraga Menyenangkan Ini Lebih Efektif Menjaga Otak Tetap Tajam Saat Menua

17 Juli 2026 14:00
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pasangan lansia menari bersama di tepi pantai sebagai aktivitas fisik yang membantu menjaga kesehatan otak dan daya ingat.

Sahabat.com - Menjaga kesehatan otak tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat. Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa menari menjadi salah satu aktivitas fisik paling efektif untuk mempertahankan fungsi otak sekaligus mengurangi risiko penurunan kognitif saat usia bertambah.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mencari cara untuk mencegah penyakit Alzheimer dan demensia. Selain menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga, aktivitas menari kini dinilai memberikan manfaat yang lebih unik karena melibatkan gerakan tubuh, irama musik, koordinasi, hingga interaksi sosial dalam waktu bersamaan.

Profesor Klinis University of Chicago Pritzker School of Medicine, Dr. Geeta Maker-Clark, menjelaskan bahwa saat seseorang menari, otak membentuk koneksi saraf baru yang membantu meningkatkan kemampuan beradaptasi atau neuroplastisitas.

"Ketika kita mendengar musik lalu menerjemahkan irama menjadi gerakan tubuh, otak menciptakan sinapsis baru. Kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru ini sangat penting dalam menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia," ujar Dr. Geeta Maker-Clark.

Sejumlah penelitian mendukung temuan tersebut. Studi di Spanyol yang melibatkan lansia dengan gangguan kognitif ringan menemukan bahwa peserta yang mengikuti program tari selama 12 minggu mengalami peningkatan fungsi memori, kemampuan berpikir, dan kelancaran berbicara dibandingkan kelompok yang tidak menari.

Penelitian lain di Jerman juga memperlihatkan hasil serupa. Setelah mengikuti kelas tari selama enam bulan, peserta mengalami peningkatan volume hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam memori dan keseimbangan tubuh. Menariknya, manfaat ini tidak ditemukan sebesar itu pada kelompok yang hanya menjalani latihan kebugaran biasa seperti bersepeda.

Menurut Dr. Maker-Clark, menari melatih otak untuk mengingat pola gerakan baru, meningkatkan aktivitas aerobik yang baik bagi jantung dan otak, sekaligus memperkuat hubungan sosial. "Saat menari bersama orang lain, kita tidak hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga menyelaraskan ritme, napas, dan interaksi. Hal ini menciptakan rasa aman dan koneksi yang sangat baik bagi sistem saraf," jelasnya.

Tak perlu menjadi penari profesional untuk mendapatkan manfaat tersebut. Dr. Maker-Clark bahkan menyarankan cukup menari sekitar lima menit setiap hari di rumah sambil mendengarkan musik favorit. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan otak sekaligus membuat suasana hati lebih bahagia.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment