Sahabat.com - Merasa berat badan tiba-tiba naik di usia 40-an padahal pola makan sehat dan olahraga rutin masih dijalani? Pakaian terasa lebih sempit, perut mulai buncit, dan angka timbangan perlahan bertambah. Banyak perempuan langsung menyalahkan menopause, padahal faktanya, perubahan ini bisa terjadi jauh sebelum fase tersebut benar-benar dimulai.
Menurut dokter Vinaya Gogineni dan Anna Barton Bradley, dua ahli di bidang manajemen berat badan dan endokrinologi, kondisi ini bukan soal kurang disiplin atau menurunnya niat hidup sehat. “Yang berubah bukan kemauan, melainkan fisiologi tubuh,” jelas mereka. Dalam praktik sehari-hari, keduanya sering menemui perempuan yang merasa tubuhnya tiba-tiba “melawan” rutinitas sehat yang selama ini berhasil.
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan metabolisme sudah dimulai sejak fase perimenopause, yaitu masa transisi bertahun-tahun sebelum menopause. Pada fase ini, hormon estrogen dan progesteron mulai berfluktuasi. Dampaknya tidak main-main: tubuh memproses gula dan karbohidrat lebih lambat, metabolisme istirahat menurun, massa otot berkurang, dan lemak lebih mudah menumpuk di area perut. Lemak di area ini dikenal lebih berisiko karena berkaitan dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan tidur.
Anna Barton Bradley menjelaskan bahwa yang sering mengejutkan bukan hanya kenaikan berat badan, tetapi perubahan komposisi tubuh. “Berat bisa saja sama, tapi otot berkurang dan lemak perut bertambah,” ujarnya. Kondisi ini kerap diperparah oleh kualitas tidur yang menurun, stres meningkat, serta tuntutan hidup di usia paruh baya yang semakin padat.
Kabar baiknya, fase ini justru disebut sebagai jendela peluang. Tubuh masih responsif terhadap perubahan gaya hidup yang tepat. Latihan kekuatan menjadi kunci penting untuk menjaga massa otot dan metabolisme. Asupan protein yang cukup, tidur berkualitas, serta manajemen stres juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan hormon.
Vinaya Gogineni menegaskan, “Metabolisme Anda tidak rusak, tapi sedang beradaptasi dengan fase hidup baru.” Dengan pemahaman yang tepat dan pendekatan yang lebih cerdas, perempuan bisa bekerja sama dengan tubuhnya, bukan melawannya, untuk tetap sehat dan bugar hingga masa menopause dan seterusnya.
0 Komentar
Leave a comment