Rutin Minum Kopi atau Teh Bisa Cegah Demensia? Ini Temuan Peneliti yang Bikin Lega

10 Februari 2026 13:48
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi secangkir kopi dan teh hangat sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Sahabat.com - Bagi pencinta kopi dan teh, kabar ini bisa jadi alasan tambahan untuk menikmati rutinitas harian tanpa rasa bersalah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi atau teh berkafein dalam jumlah moderat setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko demensia serta perlambatan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Studi jangka panjang yang melibatkan hampir 132 ribu orang dewasa sehat ini dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association. Hasilnya, mereka yang rutin minum dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh per hari tercatat memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya sama sekali. Menariknya, kopi tanpa kafein tidak menunjukkan manfaat serupa.

Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute MIT dan Harvard, dengan data yang dikumpulkan sejak 1980 hingga 2023. Setelah hampir 37 tahun masa pemantauan, lebih dari 11 ribu peserta terdiagnosis demensia. Namun, risiko tersebut lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang, terutama pada usia 75 tahun ke bawah.

Penulis utama studi, Dr. Yu Zhang, menegaskan bahwa hasil ini tidak dimaksudkan untuk mendorong orang yang tidak minum kopi agar mulai mengonsumsinya. “Kami tidak merekomendasikan orang yang tidak minum kopi untuk mulai minum. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa, temuan ini cukup menenangkan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa demensia merupakan kondisi kompleks yang tidak bisa dicegah hanya dengan satu kebiasaan saja.

Selain kafein, kopi dan teh mengandung senyawa aktif seperti polifenol yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, yang diduga berperan dalam menjaga kesehatan otak. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa manfaat ini bisa berkurang jika kopi atau teh dikonsumsi dengan tambahan gula berlebih.

Para peneliti sepakat bahwa menjaga kesehatan otak tetap membutuhkan pendekatan gaya hidup menyeluruh, mulai dari olahraga teratur, tidur cukup, tidak merokok, hingga tetap aktif secara mental. Namun setidaknya, secangkir kopi atau teh di pagi hari kini bukan sekadar teman begadang, melainkan juga bagian dari gaya hidup sehat yang patut dipertimbangkan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment