Sahabat.com - Menjaga tubuh tetap bugar seiring bertambahnya usia kini tidak hanya soal olahraga rutin atau pola makan seimbang. Penelitian terbaru menemukan bahwa vitamin D berpotensi membantu memperlambat proses penuaan biologis dan mendukung umur panjang. Studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini menyebutkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D dapat memperlambat pemendekan telomer, bagian pelindung di ujung kromosom yang kerap dijadikan penanda usia biologis seseorang.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pria dan wanita sehat di Amerika Serikat yang diikuti selama empat tahun. Peserta yang mengonsumsi 2.000 IU vitamin D3 setiap hari terbukti mengalami perlambatan pemendekan telomer dibandingkan kelompok plasebo. Joseph Mercola, D.O., dokter keluarga bersertifikat, menjelaskan bahwa telomer berfungsi melindungi DNA saat sel membelah diri. “Ketika telomer memendek terlalu cepat, sel tidak dapat berfungsi optimal dan risiko penyakit seperti jantung, kanker, hingga penuaan dini meningkat,” ujarnya.
Menurut Mercola, hasil penelitian ini menunjukkan adanya perlambatan nyata dalam penuaan sel. Ia menambahkan, “Ini adalah tanda terukur bahwa vitamin D berperan dalam menjaga kesehatan sel dan memperlambat proses penuaan.” Menariknya, kelompok peserta yang mengonsumsi suplemen omega-3 tidak menunjukkan efek serupa terhadap telomer.
Meski hasilnya menjanjikan, ahli gizi Amy Davis, R.D., L.D.N., mengingatkan bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan karena melibatkan kelompok peserta dengan latar belakang yang relatif homogen. Namun ia menilai studi ini tetap kuat secara ilmiah. “Penelitian ini memberikan bukti kredibel bahwa vitamin D3 berpotensi mendukung penuaan yang lebih sehat,” katanya.
Para peneliti menduga efek vitamin D berkaitan dengan sifat antiinflamasi, dukungan terhadap sistem imun, serta perannya dalam menjaga fungsi mitokondria, pusat energi sel. Selain itu, vitamin D membantu produksi glutathione, antioksidan utama tubuh yang melindungi sel dari stres oksidatif.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa suplemen bukanlah solusi tunggal. Pola hidup sehat seperti olahraga teratur, tidur cukup, asupan makanan bergizi, dan kehidupan sosial aktif tetap menjadi fondasi utama. Konsultasi dengan dokter juga disarankan sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama untuk memastikan kebutuhan dan dosis yang tepat.
0 Komentar
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Dokter Ungkap Trik Simpel Turunkan Gula Darah Secara Alami, Bisa Langsung Dicoba di Rumah
Tanpa Disadari, 4 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Ususmu
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Usia 35 Jadi Titik Balik Tubuh Melemah? Studi 50 Tahun Ini Bikin Kaget
Alat Getar Ini Lagi Viral di Gym, Benarkah Bisa Bakar Lemak Tanpa Capek?
Leave a comment