Kontroversi di BAFTA 2026: John Davidson Teriak Kata Kasar, Ini Fakta Sebenarnya tentang Tourette Syndrome

24 Februari 2026 12:39
Penulis: Alamsyah, lifestyle
John Davidson menghadiri BAFTA Film Awards 2026 dan menjadi sorotan usai mengalami tic vokal akibat Tourette Syndrome.

Sahabat.com - Malam glamor BAFTA Film Awards 2026 mendadak jadi perbincangan hangat ketika aktor dan aktivis John Davidson terdengar meneriakkan kata-kata kasar dari bangku penonton. Momen itu terjadi saat pidato ketua BAFTA Sara Putt hingga ketika para pemenang kategori Best Children’s and Family Film naik ke panggung. Bahkan saat Michael B. Jordan dan Delroy Lindo tampil sebagai presenter, Davidson kembali berteriak spontan.

Banyak yang bertanya-tanya: apa sebenarnya yang terjadi?

Davidson hidup dengan Tourette Syndrome, gangguan neurologis yang ditandai dengan tic atau gerakan serta suara yang muncul secara tidak sadar dan tak bisa dikendalikan. Tic ini bisa berupa kedipan mata ringan, gerakan leher, hingga suara seperti batuk, deham, atau teriakan kata tertentu.

Dalam kasus Davidson, ia mengalami coprolalia — jenis tic vokal yang membuat penderitanya mengucapkan kata-kata tidak pantas secara spontan. Kondisi ini tergolong langka dan hanya dialami sekitar 10–15% pengidap Tourette. Coprolalia sering disalahpahami dan kerap dijadikan bahan lelucon di media, padahal kenyataannya jauh lebih kompleks.

Tuan rumah acara, Alan Cumming, langsung memberikan penjelasan di atas panggung. “Anda mungkin mendengar bahasa yang cukup keras di latar belakang. Hal itu bisa menjadi bagian dari bagaimana Tourette muncul pada sebagian orang, seperti yang dieksplorasi dalam film ini. Terima kasih atas pengertian Anda dan telah membantu menciptakan ruang yang saling menghormati,” ujarnya.

Pihak BBC juga menyampaikan pernyataan resmi: “Beberapa pemirsa mungkin mendengar bahasa yang kuat dan ofensif selama BAFTA Film Awards. Hal ini muncul dari tic verbal yang tidak disengaja terkait Tourette syndrome dan bukan sesuatu yang disengaja. Kami meminta maaf karena bagian tersebut tidak teredit sebelum siaran dan akan dihapus dari versi BBC iPlayer.”

Tourette sendiri tergolong langka dan diperkirakan memengaruhi kurang dari 1% populasi dunia. Penyebab pastinya belum diketahui, namun faktor genetik disebut berperan penting. Pengobatan bisa berupa terapi perilaku hingga medikasi, sementara tindakan bedah hanya dipertimbangkan untuk kasus yang sangat berat.

Sejak usia 12 tahun, Davidson telah hidup dengan kondisi ini dan secara terbuka menyuarakan edukasi tentang Tourette. Momen di BAFTA bukan sekadar kontroversi selebritas, tetapi pengingat bahwa di balik sorotan kamera, ada perjuangan kesehatan mental dan neurologis yang sering kali tak terlihat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment