Sahabat.com - Serangan jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu, padahal sekitar 80 persen kasus sebenarnya bisa dicegah. Studi bahkan menunjukkan lebih dari 99 persen orang yang mengalami kejadian kardiovaskular memiliki setidaknya satu faktor risiko yang bisa dikendalikan. Bagi pria di atas usia 50 tahun, skrining jantung rutin bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Untuk pria di atas 50 tahun, skrining kardiovaskular menjadi sangat penting karena risiko meningkat seiring usia,” kata Dr. Martin S. Dawson, ahli jantung dari Inspira Medical Center. “Penyakit jantung sering berkembang diam-diam selama puluhan tahun. Sebagian besar serangan jantung sebenarnya bisa dicegah. Mengetahui angka kesehatan Anda dan bertindak lebih awal membuat perbedaan nyata dalam jangka panjang.”
Menurut Dawson, ada lima tes jantung yang tak boleh dilewatkan. Pertama adalah cek tekanan darah. Angka 130/80 mmHg atau lebih sudah tergolong tinggi. Hipertensi sering disebut “silent killer” karena kerap tanpa gejala, tetapi diam-diam merusak pembuluh darah.
Kedua, tes kolesterol lengkap atau lipid panel ditambah ApoB. Pemeriksaan ini mengukur kadar LDL yang berperan dalam pembentukan plak di arteri. Plak yang pecah bisa menyumbat aliran darah ke jantung dan memicu serangan jantung.
Ketiga, tes gula darah atau Hemoglobin A1c untuk mendeteksi risiko diabetes dan resistensi insulin. “Kadar gula darah yang tinggi mempercepat kerusakan pembuluh darah,” jelas Dawson.
Keempat, Coronary Artery Calcium (CAC) Score, yakni CT scan yang mengukur penumpukan kalsium pada arteri jantung. Tes ini membantu mendeteksi plak sejak dini sebelum gejala muncul.
Kelima, pemeriksaan Lipoprotein(a) atau Lp(a), jenis kolesterol genetik yang tidak terdeteksi dalam tes kolesterol biasa. Kadar tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seumur hidup meski terlihat sehat.
Selain itu, lingkar perut dan berat badan juga perlu dipantau karena lemak abdominal berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung. Pria cenderung mengalami penyakit jantung lebih awal dibanding wanita, dan setelah usia 50 tahun, dampak kolesterol tinggi serta tekanan darah mulai terlihat jelas.
Kuncinya sederhana: cek rutin, kenali risiko, dan ubah gaya hidup sebelum tubuh memberi alarm keras.
0 Komentar
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment