Serangan Jantung pada Wanita Itu Nyata: Jangan Tunggu Tumbang Baru Sadar!

24 Februari 2026 12:41
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi wanita mengalami nyeri dada dan melakukan konsultasi kesehatan untuk mencegah penyakit jantung.

Sahabat.com - Banyak perempuan masih percaya bahwa serangan jantung identik dengan pria. Padahal faktanya, penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu wanita. Di Amerika Serikat saja, satu dari lima wanita meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, termasuk stroke dan gagal jantung.

Lori Sepich (64), asal Memphis, Tennessee, tak pernah menyangka dirinya akan terkena serangan jantung. Ia merokok selama bertahun-tahun dan kerap melewatkan obat tekanan darah, tetapi risiko itu “tidak benar-benar terlintas di pikiran saya,” ujarnya. Ia mengalami dua kali serangan jantung dalam rentang 13 tahun.

Menurut Dr. Sharonne Hayes, ahli jantung dari Mayo Clinic, “Penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu wanita. Ini akan memengaruhi Anda atau seseorang yang Anda kenal.” Ia menekankan pentingnya memahami gejala dan segera bertindak.

Organisasi American Heart Association memperkenalkan panduan “Life’s Essential 8”: makan sehat, berhenti merokok, tidur cukup, aktif bergerak, menjaga kolesterol, berat badan, gula darah, dan tekanan darah tetap terkontrol. Presiden asosiasi tersebut, Dr. Stacey Rosen, menyarankan pemeriksaan rutin serta diskusi riwayat kesehatan keluarga.

Risiko pada wanita juga dipengaruhi faktor unik seperti penyakit autoimun (lupus, rheumatoid arthritis), depresi, komplikasi kehamilan, hingga gejala menopause seperti hot flashes dan keringat malam yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Yang mengejutkan, gejala serangan jantung pada wanita sering tidak dramatis seperti di film. Nyeri dada memang umum, tetapi bisa disertai sesak napas, mual, kelelahan ekstrem, nyeri punggung, rahang, keringat dingin, hingga kesemutan di jari. “Ini mungkin bukan serangan jantung ala Hollywood,” kata Hayes.

Jika muncul gejala mencurigakan, jangan menunggu. “Jika Anda merasa ada kemungkinan serangan jantung, segera hubungi 911. Lebih baik terlalu waspada daripada meremehkan sesuatu yang serius,” tegas Rosen. Penanganan cepat bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan jantung permanen.

Sepich mengakui ia sempat menyangkal kondisinya. “Saya bisa membenarkan tindakan saya karena penyangkalan. Saya pikir itu tidak akan menyakiti Anda. Nyatanya, itu bisa membunuh Anda,” katanya.

Kini ia rutin berolahraga, berhenti merokok, dan menjaga tekanan darahnya. Pesannya sederhana namun kuat: dengarkan tubuh Anda dan jangan abaikan tanda bahaya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment