Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil

16 Februari 2026 16:13
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi wanita usia 40-an mengalami telat haid dan melakukan tes kehamilan di rumah sebagai langkah awal memastikan gejala menopause atau hamil.

Sahabat.com - Telat haid di usia 40-an sering bikin dilema: ini tanda hamil atau justru gejala menopause? Faktanya, gejala menopause dan kehamilan memang bisa terlihat mirip. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan haid tidak teratur, tubuh terasa lelah, perubahan suasana hati, hingga gangguan tidur.

Artikel ini telah ditinjau oleh Julia Switzer, MD, FACOG. Ia menegaskan bahwa selama masih berada di fase perimenopause—masa transisi sebelum menopause—kehamilan tetap mungkin terjadi karena ovulasi masih bisa berlangsung meski tidak teratur.

Perimenopause biasanya dimulai di usia 40-an, ketika hormon estrogen dan progesteron naik-turun secara fluktuatif. Perubahan hormon inilah yang memicu gejala seperti haid terlambat, mood swing, dan tubuh mudah lelah—gejala yang juga identik dengan awal kehamilan.

Lalu bagaimana membedakannya? Langkah paling cepat adalah melakukan tes kehamilan di rumah. Gunakan urine pertama di pagi hari dan lakukan setelah benar-benar telat haid untuk hasil lebih akurat. Namun, perlu diketahui bahwa dalam kasus langka, perimenopause bisa memicu hasil positif palsu karena peningkatan hormon hCG dari kelenjar pituitari.

Jika hasil tes positif, jangan abaikan. Konsultasi ke dokter diperlukan untuk memastikan lewat tes darah kuantitatif hCG, USG panggul, atau pemeriksaan hormon seperti FSH, LH, dan estradiol.

Beberapa gejala lebih khas kehamilan antara lain mual muntah, sensitif terhadap bau, tidak suka makanan tertentu, hingga payudara membesar. Sementara gejala yang lebih identik dengan menopause meliputi hot flashes, keringat malam, vagina kering, penurunan libido, dan brain fog.

Bagi perempuan di atas 45 tahun yang tiba-tiba telat haid, tes kehamilan tetap disarankan. Menopause baru dinyatakan resmi setelah 12 bulan berturut-turut tanpa menstruasi.

Intinya, jangan menebak-nebak kondisi tubuh sendiri. Jika mengalami perdarahan berat, nyeri panggul, pusing, atau hasil tes membingungkan, segera periksa ke tenaga medis. Mendapatkan kepastian sejak awal membantu Anda mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan dan kualitas hidup.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment