Cuma 2 Jam Seminggu! Latihan Ini Disebut Bisa Pangkas Risiko Demensia dan Bikin Umur Lebih Panjang

08 Juni 2026 11:50
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Seorang wanita lanjut usia melakukan latihan beban ringan di area terbuka sebagai bagian dari rutinitas olahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sahabat.com - Rutinitas olahraga ternyata tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa latihan kekuatan atau resistance training selama sekitar 90 hingga 119 menit per minggu berpotensi menurunkan risiko demensia, penyakit jantung, dan bahkan memperpanjang usia.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menganalisis data 147.374 orang dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin melakukan latihan kekuatan dalam jumlah sedang memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah melakukannya.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang berlatih kekuatan selama 90 hingga 119 menit setiap minggu memiliki risiko kematian akibat berbagai penyebab 13 persen lebih rendah. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular juga turun hingga 19 persen, sementara risiko kematian akibat penyakit neurologis, termasuk yang berkaitan dengan demensia, menurun hingga 27 persen.

Manfaat kesehatan yang lebih besar terlihat pada mereka yang mengombinasikan latihan kekuatan dengan olahraga aerobik seperti berjalan cepat, berlari, bersepeda, atau berenang. Kelompok ini tercatat memiliki risiko kematian hingga 45 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.

Menariknya, penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine itu menunjukkan bahwa durasi latihan yang lebih lama tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Setelah melewati sekitar 120 menit latihan kekuatan per minggu, penurunan risiko kematian tidak lagi terlihat signifikan.

Josephine Hunt, pendidik sekaligus pendiri The Resilience Revolution, mengatakan bahwa tujuan utama umur panjang bukan sekadar hidup lebih lama. “Tujuan yang lebih penting adalah mempertahankan kekuatan, mobilitas, kemandirian, dan vitalitas agar tetap bisa menikmati hidup seiring bertambahnya usia,” ujarnya.

Menurut Hunt, latihan kekuatan membantu menjaga massa otot, kepadatan tulang, keseimbangan tubuh, serta fungsi fisik secara keseluruhan. Ia juga menegaskan bahwa latihan beban bukan soal membentuk tubuh ideal. “Latihan kekuatan bukan tentang binaraga atau penampilan. Ini tentang mempertahankan kemampuan untuk menjalani hidup sesuai keinginan sendiri,” katanya.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini hanya menunjukkan hubungan antara latihan kekuatan dan risiko kematian yang lebih rendah, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment