Hanya 1 Gelas Alkohol Sehari Bisa Picu Kanker? Studi Baru Ini Bikin Geger Dunia Kesehatan!

04 Juni 2026 16:37
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi berbagai jenis minuman beralkohol yang ditampilkan sebagai simbol gaya hidup sosial modern, namun kini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker menurut penelitian terbaru.

Sahabat.com - Sebuah studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Health mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan: konsumsi alkohol dalam jumlah sangat rendah, bahkan kurang dari satu gelas per hari, tetap dapat meningkatkan risiko kanker pada tubuh manusia. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), University of Washington, dengan menganalisis ratusan studi terkait hubungan alkohol dan kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan alkohol, bahkan dalam kadar rendah di bawah 10 gram per hari, sudah cukup untuk meningkatkan risiko hingga 10 jenis kanker, termasuk kanker payudara, hati, pankreas, prostat, hingga kanker mulut dan tenggorokan. Sepuluh jenis kanker tersebut diketahui menyumbang sekitar 5,6% dari total kematian global pada tahun 2021.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini memperkuat bukti bahwa alkohol bersifat karsinogenik. Artinya, tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar aman bagi risiko kanker. Meski beberapa studi sebelumnya sempat menunjukkan adanya kemungkinan efek kecil yang lebih rendah pada penyakit tertentu jika konsumsi sangat ringan, namun untuk kanker, risikonya tetap meningkat secara konsisten.

Dr. Emmanuela Gakidou, penulis senior penelitian tersebut, menegaskan, “Untuk kanker, bukti ilmiahnya jelas dan tidak ambigu: risiko meningkat pada setiap tingkat konsumsi alkohol.” Ia juga menambahkan bahwa hasil penelitian ini bukanlah bentuk pembenaran untuk minum alkohol, melainkan peringatan kesehatan publik yang penting.

Peneliti juga menyoroti perlunya edukasi masyarakat mengenai dampak alkohol, termasuk pada konsumsi yang dianggap “ringan” atau “sosial”. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan kesehatan global yang lebih ketat dalam mengurangi risiko penyakit mematikan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment