Sahabat.com - Duduk santai di dekat jendela ternyata bukan sekadar soal menikmati pemandangan atau mencari suasana tenang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan cahaya alami setiap hari berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, khususnya pada orang lanjut usia dengan diabetes tipe 2. Temuan ini datang dari studi kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism dan langsung menarik perhatian dunia kesehatan.
Penelitian tersebut melibatkan 13 orang dengan diabetes tipe 2 berusia rata-rata 70 tahun. Selama beberapa hari, para peserta menjalani aktivitas harian di ruangan dengan jendela besar yang memungkinkan cahaya matahari masuk sejak pagi hingga sore. Mereka tetap mengonsumsi obat seperti biasa, makan dengan pola yang sama, serta melakukan aktivitas fisik yang terkontrol. Hasilnya, kadar gula darah mereka lebih sering berada dalam rentang normal dibandingkan saat menjalani periode yang sama di ruangan tanpa jendela dan hanya diterangi lampu buatan.
Patrick Schrauwen, peneliti sekaligus penulis studi ini, menyebut bahwa cahaya alami memberikan efek positif pada kadar glukosa harian. “Kami melihat peserta menghabiskan lebih banyak waktu dengan gula darah normal dan fluktuasi yang lebih rendah saat terpapar cahaya matahari,” ujarnya. Meski perubahan tersebut tidak besar, efeknya cukup konsisten untuk dicatat secara ilmiah.
Para ahli menduga sinar matahari berperan melalui beberapa mekanisme, salah satunya berkaitan dengan vitamin D dan ritme biologis tubuh. Dr. Richard Siegel, ahli endokrinologi dari Tufts Medical Center, menjelaskan bahwa vitamin D diketahui berpengaruh pada metabolisme dan sensitivitas insulin. Selain itu, cahaya alami juga memengaruhi jam biologis, kualitas tidur, serta hormon yang berhubungan dengan pengaturan gula darah.
Namun para dokter menegaskan, kebiasaan ini bukan pengganti pengobatan. “Efeknya terlalu kecil untuk menggantikan terapi medis,” kata Schrauwen. Ia menekankan bahwa paparan cahaya alami sebaiknya dilihat sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi utama. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan kepatuhan minum obat tetap menjadi fondasi utama pengelolaan diabetes.
Meski begitu, duduk dekat jendela, bekerja dengan cahaya matahari, atau menikmati pagi dengan sinar alami bisa menjadi langkah sederhana yang mudah diterapkan. Selain baik untuk suasana hati, kebiasaan ini ternyata berpotensi memberi bonus bagi kesehatan metabolik, terutama bagi lansia.
0 Komentar
Leave a comment