Sahabat.com - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa modifikasi pada pola makan tradisional Jepang dapat membantu menurunkan risiko hipertensi, tanpa menghilangkan unsur budaya kuliner Jepang.
Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 12.000 pekerja di Jepang dalam rentang tahun 2018 hingga 2020.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Japan Epidemiology Collaboration on Occupational Health (J-ECOH) mengamati dua pola makan: diet tradisional Jepang dan versi modifikasinya.
Diet tradisional terdiri dari konsumsi tinggi ikan, nasi putih, sup miso, dan makanan asin, sementara versi modern menambahkan biji-bijian utuh, buah, sayuran mentah, serta produk susu, dan mengurangi asupan garam.
Temuan menunjukkan bahwa diet tradisional tidak secara signifikan berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Namun, mereka yang menerapkan diet Jepang versi modern menunjukkan kecenderungan penurunan risiko hipertensi, terutama di kalangan pekerja dengan tingkat pendidikan rendah.
Penelitian ini menemukan bahwa kelompok ini lebih merasakan manfaat dari perbaikan pola makan, kemungkinan karena faktor akses dan kesadaran gizi.
Pengukuran dilakukan berdasarkan kuesioner frekuensi makanan dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Hipertensi didefinisikan berdasarkan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau diastolik di atas 90 mmHg, atau penggunaan obat tekanan darah.
Modifikasi kecil terhadap pola makan tradisional Jepang—dengan fokus pada makanan rendah sodium dan tinggi serat serta kalium—berpotensi besar untuk membantu pengendalian tekanan darah.
Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional dan belum dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat.
Faktor seperti usia responden yang relatif muda dan dominasi peserta laki-laki (88,1%) juga membatasi generalisasi temuan. Diperlukan studi longitudinal untuk menguatkan hasil ini.
Studi ini memberikan harapan bahwa dengan menyesuaikan pola makan tanpa meninggalkan akar budaya, masyarakat Jepang—dan dunia—dapat menghadapi ancaman hipertensi dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan relevan secara budaya.
0 Komentar
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment