Sahabat.com - Siapa sangka, tangan favorit kita untuk menulis atau memegang sendok ternyata bisa menyimpan rahasia besar soal kondisi otak kita, lho sahabat!
Peneliti dari Jerman, Belanda, dan Yunani menemukan bahwa orang kidal atau yang menggunakan kedua tangan secara bergantian (alias mixed-handed) ternyata lebih sering mengalami gangguan neurologis tertentu, seperti autisme, disleksia, dan skizofrenia.
Penemuan ini nggak sembarangan—hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Psychological Bulletin pada 2 Mei 2025!
Menurut Dr. Julian Packheiser dari Ruhr University Bochum, "Kami curiga bahwa kidal atau mixed-handed berkaitan dengan gangguan yang berhubungan dengan bahasa."
Alasannya? Sama seperti dominasi tangan, kemampuan bahasa juga punya “markas” khusus di satu sisi otak. Jadi, kalau satu bagian otak berkembang agak beda dari biasanya, dua hal ini bisa ikut terdampak.
Uniknya lagi, ternyata semua ini sudah dimulai sejak kita masih dalam kandungan. Yup, bahkan sebelum kita lahir, otak sudah mulai memutuskan kita akan jadi dominan tangan kanan, kiri, atau dua-duanya. Dan karena proses ini terjadi sangat dini, gangguan yang muncul juga biasanya terlihat sejak usia anak-anak.
Profesor Sebastian Ocklenburg dari Medical School Hamburg menambahkan, “Contohnya, orang dengan disleksia secara statistik lebih sering kidal dibanding orang tanpa gangguan tersebut.”
Hal yang sama juga berlaku buat autisme dan skizofrenia. Kedua gangguan ini seringkali disertai masalah dalam berkomunikasi—dan ini kembali menguatkan dugaan kalau ada hubungan antara sisi otak untuk bahasa dan dominasi tangan.
Yang menarik, ketika peneliti mencoba mencari hubungan ini pada gangguan seperti depresi—yang umumnya muncul di usia dewasa—hasilnya nihil. Dr. Packheiser bilang, "Pada orang dengan depresi yang biasanya muncul di usia sekitar 30 tahun, kami tidak menemukan kaitan dengan preferensi tangan."
Kesimpulannya? Preferensi tangan kita bisa jadi petunjuk penting dalam memahami bagaimana otak berkembang, terutama terkait gangguan yang muncul sejak dini dan melibatkan kemampuan bahasa.
Jadi, buat sahabat yang kidal atau suka gonta-ganti tangan waktu menulis, mungkin ada baiknya lebih memperhatikan kesehatan otak sejak dini.
0 Komentar
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment