Inggris Resmi Larang Rokok Seumur Hidup untuk Generasi Baru, Ini Dampaknya yang Bikin Pro-Kontra

28 April 2026 16:40
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Orang terlihat merokok di London, Inggris, menggambarkan kebiasaan lama yang kini mulai dibatasi oleh kebijakan larangan rokok generasi baru.

Sahabat.com - Inggris resmi melangkah besar dalam kebijakan kesehatan publik dengan mengesahkan Tobacco and Vapes Bill yang akan melarang generasi yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009 untuk membeli rokok seumur hidup. Kebijakan ini akan mulai berlaku secara bertahap dengan menaikkan usia legal pembelian tembakau setiap tahun, sehingga generasi muda akan menghadapi pembatasan permanen.

Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah jangka panjang untuk menekan angka perokok dan mengurangi beban sistem kesehatan nasional. Regulasi ini juga memperketat aturan terkait vape dan produk nikotin, terutama pada pemasaran, kemasan, hingga penjualan di toko.

Namun, kebijakan ini menuai reaksi beragam di masyarakat. Seorang mahasiswa bernama Minola Slaveschi (21) mengatakan, “Saya pikir ini penting untuk melarangnya bagi remaja, karena terlalu banyak yang merokok dan vaping di jalan.” Sebaliknya, Harry Jordan (23), seorang pemain tenis, menilai bahwa orang tetap akan menemukan cara untuk mendapatkan produk tersebut dan masalahnya tidak akan sepenuhnya selesai.

Seorang pemilik toko di London Timur juga menyampaikan pandangan skeptis, “Orang akan tetap merokok apa pun yang terjadi,” ujarnya di tengah deretan produk vape berwarna-warni.

Di sisi lain, organisasi kesehatan ASH mendukung kebijakan ini dan menyebutnya sebagai langkah bertahap yang efektif. CEO ASH, Hazel Cheeseman, mengatakan, “Kecerdasan kebijakan ini adalah dimulai kecil, tetapi dampaknya akan semakin besar dari waktu ke waktu,” dan diyakini dapat mencegah banyak kematian dalam jangka panjang.

Meski demikian, sebagian anak muda merasa khawatir dengan pembatasan permanen ini. Cosi Wider (23), seorang asisten produser film yang sudah berhenti merokok, mengatakan, “Saya memahami tujuannya, tapi memiliki pilihan untuk merokok atau tidak itu penting bagi saya.”

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment