Kafein dan Jus Bit Mengatasi Kelelahan dalam Lari Intensitas Tinggi Berulang

03 April 2025 16:15
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Suplemen makanan menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan performa olahraga serta proses pemulihan.

Sahabat.com - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kombinasi kafein dan jus bit dapat memberikan keuntungan signifikan bagi non-atlet dalam lari intensitas tinggi—serta menyoroti faktor-faktor gaya hidup dan fisiologis yang paling memengaruhi daya tahan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Men’s Health ini menjelaskan manfaat kafein dan jus bit sebagai peningkat kinerja fisik. 

Lari jarak menengah 1000 meter, atau dikenal dengan sebutan lari 1K, merupakan ujian intensitas tinggi yang sering dimasukkan dalam kurikulum asesmen fisik di universitas-universitas Tiongkok, dan menjadi ukuran penting kapasitas aerobik dan anaerobik pelari.

Untuk mencapai kinerja optimal dalam lari 1000 meter, diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan kapasitas fisik dan pemulihan tubuh. Suplemen makanan menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan performa olahraga serta proses pemulihan. Di antara berbagai suplemen gizi, kafein terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja dan mengurangi kelelahan baik dalam aktivitas aerobik maupun anaerobik.

Dalam penelitian ini, dosis kafein yang diberikan adalah 6 mg per kilogram berat badan, sementara jus bit memberikan 6,4 mmol nitrat per 70 mL, yang disesuaikan dengan fisiologi peserta. Jus bit kaya akan nitrat yang dapat meningkatkan performa olahraga dengan cara meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh, yang berfungsi memperlancar aliran darah, meningkatkan efisiensi kontraksi otot, dan fungsi mitokondria.

Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bertentangan mengenai efek sinergis antara kafein dan jus bit terhadap latihan intensitas tinggi berulang. Oleh karena itu, tim peneliti dari Tiongkok melakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh kafein dan jus bit, baik secara terpisah maupun gabungan, terhadap kinerja dan pemulihan dalam lari 1000 meter.

Penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa pria non-atlet yang sehat, yang menjalani empat kondisi eksperimen dengan jeda satu minggu di antara percobaan. Keempat kondisi tersebut adalah hanya kafein, hanya jus bit, kombinasi kafein dan jus bit, serta plasebo. 

Kinerja fisik peserta diukur sebelum lari pertama 1000 meter, 20 menit setelah lari pertama, dan setelah lari kedua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar oksigen otot meningkat 25% lebih tinggi pada kelompok jus bit selama lari, yang menjelaskan peningkatan kinerja yang cepat namun singkat. 

Peserta yang mengonsumsi kombinasi kafein dan jus bit menunjukkan kinerja yang lebih baik pada lari pertama dibandingkan dengan kelompok plasebo, sementara kafein sendiri menjaga kinerja pada lari kedua meskipun tidak meningkatkan lari pertama. 

Setelah periode pemulihan 20 menit, peserta yang mengonsumsi kafein dan jus bit mengalami peningkatan yang signifikan pada lari kedua, sementara kelompok jus bit dan plasebo mengalami penurunan kinerja.

Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja, persentase lemak tubuh ditemukan sebagai faktor yang paling berpengaruh, diikuti dengan berat badan, usia, durasi tidur malam, dan strategi nutrisi. Faktor-faktor gaya hidup seperti tidur malam dan strategi nutrisi terbukti memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan performa lari.

Meskipun kafein dapat meningkatkan kinerja lari berulang, manfaatnya cenderung mencapai titik jenuh, yang menunjukkan bahwa efektivitas kafein dalam meningkatkan performa terbatas seiring berjalannya waktu. 

Penelitian ini menyarankan bahwa faktor fisiologis tertentu, seperti persentase lemak tubuh dan berat badan, serta faktor yang dapat dimodifikasi seperti nutrisi dan durasi tidur, memainkan peran penting dalam hasil kinerja lari.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment