Sahabat.com - Tetanus mungkin bukan penyakit yang sering menjadi perhatian banyak orang. Namun, para ahli kesehatan kini mengingatkan bahwa penyakit infeksi bakteri yang sangat berbahaya ini kembali menunjukkan peningkatan kasus, meski sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
Data terbaru menunjukkan kasus tetanus di Amerika Serikat meningkat dari 18 kasus pada 2023 menjadi 33 kasus pada 2025. Angka tersebut memang masih tergolong rendah, tetapi cukup mengkhawatirkan bagi para pakar kesehatan karena tren kenaikannya terus dipantau.
Tetanus disebabkan oleh bakteri *Clostridium tetani* yang banyak ditemukan di lingkungan, terutama tanah, kotoran hewan, dan permukaan berkarat. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, goresan, atau cedera pada kulit. Setelah masuk, bakteri menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf dan memicu gejala serius.
Gejala tetanus biasanya muncul dalam rentang tiga hingga 21 hari setelah terpapar. Kondisi ini ditandai dengan rahang kaku atau *lockjaw*, kesulitan menelan, kejang otot yang menyakitkan, sakit kepala, demam, hingga perubahan tekanan darah dan detak jantung. Dalam kasus berat, tetanus dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pneumonia, emboli paru, bahkan kematian.
“Tetanus sangat menyakitkan dan jika tidak segera ditangani dapat berakibat fatal,” kata Jon Andrus, Profesor Kesehatan Global di George Washington University Milken Institute School of Public Health.
Peneliti vaksinologi dari Vanderbilt University Medical Center, Dr. Kathryn Edwards, menjelaskan bahwa bakteri penyebab tetanus akan selalu ada di lingkungan sekitar. “Bakteri ini berada di tanah dan akan selalu ada,” ujarnya.
Para ahli menilai meningkatnya keraguan masyarakat terhadap vaksin menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan kasus. Bahkan, beberapa kasus terbaru ditemukan pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin tetanus.
Karena itu, vaksinasi tetap menjadi langkah perlindungan paling efektif. Ahli penyakit infeksi Dr. John Sellick menegaskan bahwa vaksin adalah kunci utama pencegahan tetanus. Selain mengikuti jadwal imunisasi, seseorang yang mengalami luka serius juga disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan kebutuhan vaksin darurat.
“Jika kita berhenti melindungi diri dan anak-anak dari penyakit lama seperti ini, penyakit tersebut bisa kembali muncul,” tegas Dr. Andrus.
0 Komentar
Nasi Sisa Semalam Berbahaya? Fakta Mengejutkan di Balik “Fried Rice Syndrome” yang Viral di TikTok
Pakai Ozempic Tapi Jarang Olahraga? Studi Baru Ungkap Kesalahan Besar yang Bisa Gagalkan Diet
Kasus Tetanus Kembali Naik, Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah Ini Diam-Diam Mengintai
Halle Berry Bongkar Rahasia Lawan Brain Fog Saat Menopause, Ternyata Rutin Konsumsi Creatine
Rahasia Kulit Glowing Tanpa Skincare Mahal, Ternyata Cukup Rutin Meditasi Beberapa Menit Setiap Hari
Turun Berat Badan Tanpa Olahraga? Dokter Ungkap Cara Sederhana yang Diam-Diam Ampuh Pangkas Lemak
Olahraga Sederhana Ini Bisa Bikin Tulang Tetap Kuat dan Jauh dari Risiko Patah Tulang
Terapi Hormon Ternyata Punya Manfaat Mengejutkan bagi Wanita Menopause, Ini Temuan Terbarunya
Leave a comment