Pakai Ozempic Tapi Jarang Olahraga? Studi Baru Ungkap Kesalahan Besar yang Bisa Gagalkan Diet

18 Juni 2026 17:24
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi sekelompok wanita berjalan kaki, aktivitas sederhana yang dianjurkan untuk mendukung program penurunan berat badan.

Sahabat.com - Obat penurun berat badan berbasis GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy semakin populer karena dinilai efektif membantu menurunkan berat badan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap kebiasaan yang justru bisa menjadi kesalahan besar bagi para penggunanya: berkurangnya aktivitas fisik setelah berat badan mulai turun.

Studi yang akan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society (ENDO 2026) di Chicago menemukan bahwa orang dewasa dengan obesitas yang menggunakan obat GLP-1 mengalami penurunan tingkat aktivitas fisik secara signifikan. Peneliti menganalisis data 753 peserta dengan obesitas yang mulai menjalani terapi GLP-1 dan memantau aktivitas mereka melalui perangkat pelacak kebugaran.

Hasilnya menunjukkan jumlah langkah harian rata-rata turun dari 5.047 langkah menjadi 4.487 langkah per hari. Aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat juga menurun dari 28 menit menjadi 22 menit per hari.

Menurut ketua peneliti, Dr. Sajana Maharjan dari HSHS St. John’s Hospital, obat GLP-1 seperti semaglutide, liraglutide, dulaglutide, dan tirzepatide tidak hanya mengurangi lemak tubuh, tetapi juga dapat mengurangi massa otot. Karena itu, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan tubuh dan kesehatan jangka panjang.

“Temuan kami menegaskan bahwa olahraga bukanlah pilihan tambahan bagi pengguna obat ini. Aktivitas fisik harus berjalan beriringan dengan pengobatan obesitas,” kata Maharjan.

Spesialis hormon dan penurunan berat badan, Dr. Peter Balazs, juga mengingatkan bahwa penurunan berat badan tidak otomatis membuat seseorang lebih aktif. Menurutnya, kondisi defisit kalori dapat membuat tubuh menghemat energi sehingga metabolisme melambat. Selain itu, efek samping seperti mual, kelelahan, dan gangguan pencernaan dapat mengurangi keinginan untuk bergerak.

“Olahraga memainkan peran penting selama proses penurunan berat badan. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, sebagian besar berat badan yang hilang bisa berasal dari massa otot, bukan lemak,” jelas Balazs.

Meski demikian, pakar kesehatan dan umur panjang Dr. Amanda Kahn memiliki pandangan berbeda. Ia menilai keberhasilan terapi GLP-1 sangat bergantung pada pendampingan dokter, pola makan tinggi protein, latihan kekuatan, serta pemantauan kondisi tubuh secara rutin. Menurutnya, jika dilakukan dengan tepat, terapi ini justru dapat membuat pasien lebih sehat, lebih kuat, dan lebih termotivasi untuk berolahraga.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment