Obat Kanker Disebut Bisa Kembalikan Rambut Beruban Jadi Hitam, Ini Temuan Ilmuwan

17 Juni 2026 14:04
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi rambut beruban yang menjadi objek penelitian ilmuwan terkait kemungkinan terapi baru untuk mengembalikan pigmen rambut.

Sahabat.com - Rambut beruban selama ini dianggap sebagai tanda alami penuaan yang sulit dihindari. Namun, sebuah penelitian ilmiah menemukan kemungkinan mengejutkan bahwa warna rambut yang memudar seiring usia mungkin suatu hari bisa dikembalikan melalui pendekatan yang berasal dari dunia pengobatan kanker.

Penelitian yang diterbitkan pada 2017 mengungkap bahwa sejumlah pasien kanker paru-paru yang menjalani terapi imun atau imunoterapi mengalami perubahan tak terduga, yakni rambut beruban mereka kembali memiliki pigmen warna. Para peneliti mengamati 14 pasien yang mendapatkan obat penghambat protein tertentu seperti anti-PD-1 dan anti-PD-L1, yang digunakan untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker.

Awalnya, ilmuwan belum memahami alasan di balik perubahan tersebut. Namun, muncul dugaan bahwa kembalinya warna rambut bisa menjadi tanda respons positif tubuh terhadap terapi.

Seiring waktu, para peneliti mulai mempelajari lebih jauh hubungan antara imunoterapi dan rambut beruban. Salah satunya adalah Dr. Melissa Harris dari University of Alabama yang meneliti bagaimana sel pembentuk pigmen rambut dapat diaktifkan kembali.

Menurut Dr. Harris, hilangnya melanosit atau sel penghasil warna pada folikel rambut menjadi salah satu alasan utama rambut berubah menjadi abu-abu atau putih. Ia menjelaskan bahwa “mengaktifkan kembali sel punca tersebut” menjadi kunci agar warna rambut dapat kembali muncul.

Warna rambut manusia berasal dari melanin. Semakin banyak melanin yang diproduksi, semakin gelap warna rambut. Ketika seseorang bertambah usia, sel melanosit mulai kehilangan kemampuan menghasilkan pigmen sehingga rambut perlahan berubah warna.

Meski hasil penelitian awal terlihat menjanjikan, terapi ini belum dapat digunakan sebagai pengobatan rambut beruban. Tim Dr. Harris baru mengujinya pada sel dan model hewan, belum pada manusia secara langsung. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Dr. Harris sebelumnya mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membuat para ilmuwan semakin dekat menemukan cara untuk mengatasi rambut beruban. “Kami memiliki berbagai alat penelitian yang membuat kemungkinan ini semakin dekat,” ujarnya.

Saat ini belum ada metode yang terbukti mampu menghentikan rambut beruban secara permanen. Namun, faktor seperti kekurangan vitamin, stres, dan kebiasaan merokok diketahui dapat mempercepat munculnya uban sehingga menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah penting.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment