Sahabat.com - Nama aktor Hollywood Mel Gibson kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah podcast populer yang memicu kontroversi besar di dunia kesehatan global. Dalam penampilannya di The Joe Rogan Experience bersama Joe Rogan, Gibson mengklaim bahwa obat ivermectin dapat menyembuhkan kanker. Ia bahkan menyebut tiga temannya yang sebelumnya berada di stadium empat kini dikatakan tidak lagi mengidap kanker setelah mengonsumsi obat tersebut. Pernyataan ini langsung viral dan memicu perdebatan luas.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA, terjadi peningkatan lebih dari 160 persen pada resep ivermectin di kalangan pasien kanker antara tahun 2024 hingga 2025. Lonjakan ini diduga kuat berkaitan dengan efek viral dari pernyataan Gibson di podcast tersebut, yang kemudian menyebar cepat di media sosial dan komunitas online. Padahal, ivermectin selama ini dikenal sebagai obat antiparasit dan belum terbukti secara klinis sebagai terapi kanker.
Dalam percakapan di podcast itu, Gibson mengatakan, “Saya punya tiga teman dengan kanker stadium empat, dan sekarang mereka tidak lagi memiliki kanker.” Ketika ditanya lebih lanjut oleh Rogan, ia mengonfirmasi bahwa obat yang dimaksud adalah ivermectin, yang selama ini lebih dikenal untuk pengobatan infeksi parasit.
Namun, para ahli medis menegaskan bahwa klaim tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dr. John Mafi dari UCLA menyebutkan bahwa ivermectin belum melalui uji klinis yang menjadi standar emas untuk membuktikan efektivitas pengobatan kanker.
Di sisi lain, mantan atlet NHL Ron Duguay mengaku menggunakan ivermectin sebagai bagian dari upaya melawan kanker stadium lanjut, meski tetap menjalani pengobatan medis konvensional. Ia mengatakan bahwa dirinya mencoba semua opsi yang tersedia dalam perjuangannya.
Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan obat tanpa bukti ilmiah dapat berbahaya, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi yang bisa menyebabkan efek samping serius seperti kejang, koma, hingga risiko kematian. Fenomena ini menunjukkan kuatnya pengaruh figur publik terhadap keputusan kesehatan masyarakat di era digital.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment