Sahabat.com - Diabetes mempengaruhi lebih dari 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia dan telah menyebabkan peningkatan kasus penyakit mata terkait diabetes yang mengancam penglihatan (PDM).
Secara mengkhawatirkan, PDM menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada orang berusia 20 hingga 74 tahun.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa skrining untuk PDM tetap menjadi tantangan karena pasien sering kali tidak merasakan gejala pada tahap awal, sehingga mereka kurang memahami pentingnya pemeriksaan rutin.
Dalam publikasi terbaru di Diabetes Technology & Therapeutics, Thomas Gardner, M.D., M.S., profesor oftalmologi dan ilmu visual serta anggota Caswell Diabetes Institute, membahas rekomendasi skrining terkini dan opsi pengobatan untuk PDM.
Diabetes dapat merusak berbagai bagian tubuh, termasuk ginjal, saraf, dan mata. PDM mempengaruhi pembuluh darah dan sel saraf di retina, yang mengakibatkan perdarahan, pertumbuhan pembuluh darah abnormal, dan hilangnya sel saraf yang penting.
"Orang-orang biasanya tidak termotivasi untuk bertindak sampai penglihatan mereka terancam, padahal pada saat itu, mereka mungkin sudah mengembangkan PDM stadium lanjut," kata Gardner.
Karena itu, Asosiasi Diabetes Amerika menyarankan agar orang dewasa dengan diabetes tipe 2 melakukan pemeriksaan mata pertama kali saat didiagnosis, sementara mereka yang menderita diabetes tipe 1 sebaiknya melakukan pemeriksaan mata pertama dalam lima tahun setelah diagnosis.
"Panduan untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2 berbeda karena orang dewasa dengan tipe 2 dapat mengembangkan komplikasi penglihatan sebelum mereka menyadari kondisi mereka," kata Gardner.
"Penting untuk diketahui bahwa remaja dan orang dewasa muda lebih berisiko, karena sangat sulit bagi mereka untuk mengontrol diabetes mereka."
Diabetes memerlukan pemantauan gula darah dan diet yang terus-menerus.
"Terkadang pasien dapat mengonsumsi jumlah obat yang sama, makan makanan yang sama, dan berolahraga dengan jumlah yang sama, namun kadar gula darah mereka tetap berfluktuasi. Ini membuat pengelolaan menjadi sulit," ujar Gardner.
Tantangan terbesar bagi pasien adalah menurunkan kadar gula darah tanpa menjadi hipoglikemik, yang ditandai dengan rasa gemetar, detak jantung yang tidak teratur, berkeringat, dan pusing.
Meskipun kemajuan dalam pompa insulin dan pemantau glukosa kontinu telah mempermudah pengendalian gula darah, Gardner menekankan pentingnya merawat aspek lain dari diabetes.
"Orang dengan diabetes perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka normal dan semua organ berfungsi dengan baik. Mengelola setiap aspek diabetes dengan baik sangat penting," kata Gardner.
Meskipun efek diabetes pada retina belum sepenuhnya dipahami, para peneliti telah menemukan beberapa obat yang menjanjikan. Terutama, obat-obatan yang membantu mengontrol tekanan darah dan kadar lipid, seperti inhibitor SGLT, aktivator reseptor GLP-1, dan fenofibrate, dapat membantu memperlambat perkembangan PDM.
Namun, obat-obatan ini umumnya diresepkan oleh dokter, bukan oleh ahli oftalmologi.
"Walaupun obat-obatan ini dikembangkan untuk mengobati gangguan lain, termasuk penyakit ginjal, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi, studi lanjutan menunjukkan bahwa obat ini dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan pada pasien diabetes," kata Gardner.
Sebagai bagian dari Mary Tyler Moore Vision Initiative di Caswell Diabetes Institute, Gardner dan rekan-rekannya berharap dapat mengembangkan teknik skrining yang dapat mendeteksi PDM pada tahap awal serta terapi yang dapat menjaga dan memulihkan penglihatan bagi penderita diabetes.
"Prognosis untuk penglihatan pada penderita diabetes kini lebih baik dari sebelumnya. Ada banyak alasan untuk optimis bahwa kehilangan penglihatan dapat dihindari dengan skrining rutin dan pengobatan," kata Gardner.
0 Komentar
Angkat Beban Bukan Hanya Untuk Otot, Tapi Juga Rahasia Otak Lebih Sehat!
Rahasia Berat Badan Ideal: Tes Darah Bisa Jadi Kunci Tersembunyi!
Pria 40+ Wajib Tahu! 14 Tes Kesehatan Ini Bisa Selamatkan Hidupmu
Trik Bugar Usia 40+: Rahasia Latihan dari Pelatih Selebriti yang Bikin Tubuh Tetap Kuat & Awet Muda
Jangan Pernah Campur Dua Minuman Ini Saat Minum Obat Darah Tinggi—Ahli Farmasi Ungkap Risikonya
Apa yang Terjadi di Mulutmu Saat Makan Gula? Ini Penjelasan Ilmuwan yang Bikin Ngeri!
Leave a comment