Sahabat.com - Pernah membayangkan kalau penyakit seperti kanker bisa dicegah bahkan sebelum muncul gejalanya?
Kini, bayangan itu mulai jadi kenyataan berkat model AI terbaru yang dikembangkan oleh Chan Zuckerberg Initiative (CZI).
Mereka baru saja memperkenalkan GREmLN—sebuah teknologi pintar yang bisa dibilang sebagai ‘detektif sel’ yang mampu menangkap sinyal-sinyal kecil dari interaksi gen sebelum penyakit benar-benar berkembang.
Andrea Califano, Presiden Chan Zuckerberg Biohub New York, menjelaskan, “GREmLN adalah pendekatan baru untuk memahami bagaimana sel membuat keputusan, dan yang lebih penting, bagaimana keputusan itu bisa salah hingga menimbulkan penyakit seperti kanker.”
Menurutnya, AI ini bukan sekadar alat pintar, tapi benar-benar dirancang mengikuti logika kerja biologi itu sendiri, bukan sebaliknya. Jadi, bukan memaksakan biologi mengikuti AI, melainkan AI yang beradaptasi dengan kompleksitas sel tubuh manusia.
Lalu, apa sih yang bikin GREmLN beda dari model AI lainnya? Ternyata, AI ini fokus pada logika molekuler—seperti percakapan antar gen dalam sebuah sel. Bayangkan gen-gen itu sedang ngobrol dan tiba-tiba satu dari mereka mulai “bicara aneh”... Nah, GREmLN bisa menangkap percakapan itu sebelum terjadi kekacauan. Itulah awal dari pendeteksian dini kanker, Alzheimer, hingga penyakit neurodegeneratif lainnya.
Model ini dilatih dari lebih dari 11 juta data sel individu dari jaringan tubuh seperti otak, paru-paru, ginjal, dan darah. Data-data ini berasal dari CellxGene, alat yang sudah jadi andalan banyak ilmuwan untuk memahami sel secara lebih cepat dan detail.
Theofanis Karaletsos, direktur senior AI di CZI bilang, “Memahami perilaku sel berarti memahami jaringan percakapan kompleks yang terjadi di dalam setiap sel. GREmLN menangkap kerumitan itu dengan cara yang belum pernah kita capai sebelumnya.”
Kedepannya, GREmLN nggak cuma bisa bantu deteksi dini kanker. AI ini juga bisa dipakai buat memperkirakan respons sel terhadap obat baru, memperbesar peluang sukses uji klinis, bahkan membantu mencegah kerusakan otak akibat peradangan. Intinya, AI ini jadi senjata baru yang ampuh untuk memahami logika kehidupan paling rumit sekalipun.
GREmLN bukan satu-satunya lho. Sebelumnya, CZI juga sudah merilis TranscriptFormer, model AI generatif pertama yang bisa menggabungkan data lintas spesies untuk memahami kerja sel secara lebih menyeluruh. Dua model ini adalah bagian dari platform virtual cell yang terbuka untuk komunitas ilmiah global. Jadi, siapa pun peneliti di seluruh dunia bisa ikut manfaatkan teknologi ini.
Dengan bantuan AI seperti GREmLN, masa depan kesehatan bukan cuma soal mengobati penyakit—tapi mencegahnya sebelum muncul. Teknologi ini membawa kita lebih dekat ke dunia di mana kanker dan penyakit berat lainnya bisa ‘ditebak’ dan dicegah sebelum kita merasakannya.
0 Komentar
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Rutin Minum Kopi atau Teh Bisa Cegah Demensia? Ini Temuan Peneliti yang Bikin Lega
Dokter Ungkap Trik Simpel Turunkan Gula Darah Secara Alami, Bisa Langsung Dicoba di Rumah
Tanpa Disadari, 4 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Ususmu
Leave a comment