Sahabat.com - Minuman fermentasi satu ini semakin sering terlihat di kulkas para pencinta gaya hidup sehat. Kombucha bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Lauren Manaker, seorang ahli gizi terdaftar, membuktikan sendiri apa yang terjadi pada tubuhnya saat minum kombucha setiap hari selama satu minggu, dan hasilnya cukup menarik untuk disimak.
Sebagai ahli gizi, Lauren mengaku selalu mencari cara sederhana untuk menambah energi tanpa bergantung pada kopi. Ia pun menjadikan kombucha sebagai ritual harian, memilih produk berbahan organik tanpa pemanis buatan. “Saya ingin minuman yang rasanya menyenangkan, tapi tetap memberi manfaat nyata bagi tubuh,” ujarnya. Kandungan kafein kombucha yang rendah membuatnya nyaman dikonsumsi tanpa efek deg-degan.
Perubahan pertama yang ia rasakan justru datang dari kebiasaan, bukan fisik. Dengan menjadwalkan waktu khusus untuk minum kombucha, Lauren jadi lebih mindful dan benar-benar berhenti sejenak dari rutinitas padat. Sensasi karbonasi membuatnya menikmati minuman ini perlahan, bukan diteguk terburu-buru. Tanpa disadari, kebiasaan ini juga membuatnya lebih terhidrasi dan terdorong untuk minum air putih lebih banyak sepanjang hari.
Dari sisi pencernaan, kombucha memberi efek yang cukup terasa. Perut terasa lebih nyaman, kembung berkurang, dan sistem cerna terasa lebih “tenang”. Menurut Lauren, ini berkaitan dengan kandungan probiotik hasil fermentasi yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. “Saya tidak menyebutnya solusi instan, tapi jelas ada perbedaan positif,” katanya.
Kombucha juga dikenal mengandung antioksidan dari teh hijau atau hitam yang membantu melawan radikal bebas. Selain itu, proses fermentasi menghasilkan asam asetat yang bersifat antimikroba dan berpotensi mendukung daya tahan tubuh. Tak heran jika minuman ini sering disebut ramah untuk kesehatan usus dan imunitas.
Meski begitu, kombucha tidak cocok untuk semua orang. Kandungan alkohol alami meski sangat rendah membuat ibu hamil, menyusui, penderita gangguan imun, hingga orang dengan asam lambung sensitif perlu lebih berhati-hati. Namun bagi kebanyakan orang sehat, kombucha bisa menjadi alternatif soda yang lebih bersahabat.
Setelah tujuh hari, Lauren mengaku bukan berubah drastis, tapi merasa lebih segar, pencernaan lebih nyaman, dan rutinitas sehat terasa lebih menyenangkan. Kombucha bukan minuman ajaib, tapi bisa menjadi kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi tubuh.
0 Komentar
Sering Pegal dan Kaku Seiring Usia? Ini Rahasia Latihan Mobilitas agar Tubuh Tetap Lincah
Cek Darah Tak Sekadar Formalitas: Ini Waktu Ideal Tes Darah Sesuai Usia yang Jarang Diketahui
Leave a comment