Sahabat.com - Sebuah penelitian baru-baru ini membantah anggapan bahwa minyak zaitun menyebabkan kenaikan berat badan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas lemak lebih berpengaruh daripada jumlahnya dalam pengendalian berat badan jangka panjang.
Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini melibatkan lebih dari 121 ribu peserta dari tiga studi kohort di AS.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengganti mentega dengan minyak zaitun memberikan manfaat pengendalian berat badan yang paling besar.
Sebaliknya, penggunaan mentega justru berkontribusi pada penambahan berat badan.
Minyak zaitun dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, namun banyak orang khawatir akan dampaknya terhadap berat badan karena kandungan kalori yang tinggi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mengonsumsi 7 gram minyak zaitun per hari justru terkait dengan penurunan penambahan berat badan, sementara konsumsi mentega, margarin, atau minyak sayur dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Penelitian ini dilakukan selama 20-24 tahun dengan mengamati tiga kelompok kohort di AS, yaitu Nurses' Health Study (NHS), Nurses' Health Study II (NHSII), dan Health Professionals' Follow-up Study (HPFS).
Hasilnya mengungkapkan bahwa orang yang mengganti sumber lemak tidak sehat seperti mentega dan margarin dengan minyak zaitun, cenderung mengalami penurunan kenaikan berat badan dalam jangka panjang.
Berdasarkan penelitian ini, kualitas lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlahnya. Minyak zaitun, yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan senyawa bioaktif, dapat membantu mengatur metabolisme dan keseimbangan energi tubuh.
Selain itu, hasil penelitian ini mendukung panduan diet yang menekankan pentingnya memilih lemak sehat untuk mencegah obesitas dan penyakit kardiometabolik.
0 Komentar
Rahasia Makan Pasta Tanpa Takut Gula Darah Naik, Ahli Gizi Ungkap Trik Simpel yang Jarang Diketahui!
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Sering Makan Makanan Instan? Pengawet Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Diabetes dan Kanker
Brokoli vs Kembang Kol: Mana yang Lebih Sehat dan Bikin Langsing? Jawabannya Bikin Kaget
Makan Keju Berlemak Bisa Jaga Otak? Studi Ini Bikin Penasaran
Leave a comment