Nyeri Bahu Bisa Menjadi Gejala Kanker Paru-paru

18 Maret 2025 17:56
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Gejala ini seringkali diabaikan karena nyeri bahu biasanya dikaitkan dengan masalah postur tubuh.

Sahabat.com - Kanker paru-paru biasanya dikenal dengan gejala seperti batuk berdarah dan kesulitan bernapas. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri bahu juga bisa menjadi salah satu tanda penyakit ini? 

Menurut Moffitt Cancer Center, nyeri bahu dapat terjadi jika tumor paru menekan saraf yang ada di sekitarnya. Selain itu, nyeri ini juga bisa disebabkan oleh penyebaran kanker ke tulang.

Gejala ini seringkali diabaikan karena nyeri bahu biasanya dikaitkan dengan masalah postur tubuh. Namun, jika tumor paru tumbuh di bagian atas paru-paru, ia dapat menekan saraf dan pembuluh darah yang menuju lengan. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit serta kelemahan pada bahu atau lengan, bahkan kesemutan yang terus-menerus.

Selain nyeri bahu, gejala tidak biasa lainnya yang bisa muncul adalah perubahan pada jari tangan, seperti jari clubbing, di mana ujung jari dan kuku membengkak dan membulat. 

Kondisi ini muncul akibat peningkatan aliran darah ke bawah kuku dan ditemukan pada sekitar 35% pasien kanker paru non-sel kecil, serta 4% pasien kanker paru sel kecil.

Meski kanker paru lebih sering menyerang orang yang lebih tua, jumlah penderita kanker paru yang lebih muda, terutama di bawah usia 45 tahun, semakin meningkat. 

Di Indonesia, kanker paru-paru menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemui, dengan data Globocan 2020 menunjukkan angka 8,8% dari seluruh kasus kanker.

Gejala umum lainnya pada kanker paru termasuk sesak napas, batuk yang tak kunjung sembuh, dan batuk berdarah atau berbentuk dahak. Meski demikian, perlu diingat bahwa tidak semua nyeri bahu atau perubahan pada jari menjadi indikasi kanker paru. 

Pemeriksaan medis yang lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan kanker paru atau tidak.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment