Sahabat.com - Metformin telah lama menjadi salah satu obat utama untuk mengendalikan diabetes tipe 2. Dengan harga yang relatif terjangkau, obat ini membantu menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi produksi gula di hati sekaligus meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
Namun, manfaat metformin ternyata tidak berhenti di situ. Sejumlah penelitian terbaru mulai mengaitkan obat ini dengan peluang hidup lebih sehat dan lebih lama. Temuan tersebut membuat metformin menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan dalam dunia kesehatan dan anti-aging.
Menurut ahli jantung preventif Dr. Kardie Tobb, metformin merupakan salah satu obat yang paling banyak diteliti dalam dunia medis dan memiliki profil keamanan yang baik jika digunakan sesuai anjuran dokter. Ia menjelaskan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang mengonsumsi metformin sering kali menunjukkan angka penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, risiko beberapa jenis kanker yang lebih kecil, serta tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak menggunakannya.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal eLife menemukan bahwa metformin berinteraksi dengan protein bernama ATP5I, komponen penting dalam mitokondria atau “pabrik energi” sel. Interaksi ini diduga membantu tubuh mengaktifkan mekanisme perlindungan terhadap kerusakan dan stres sel yang berhubungan dengan proses penuaan.
“Ketika metabolisme energi diubah dalam skala kecil, tubuh dapat merangsang mekanisme perlindungan terhadap kerusakan sel dan stres. Proses ini berpotensi mendukung penuaan yang lebih sehat,” ujar Dr. Sadia Saeed.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa bukti manfaat metformin untuk memperpanjang usia manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sebagian besar studi saat ini masih dilakukan pada model sel dan belum cukup untuk memastikan efek yang sama pada manusia sehat.
Dr. Tobb juga memprediksi bahwa di masa depan metformin lebih mungkin diresepkan kepada individu dengan gangguan metabolik atau risiko penuaan yang lebih tinggi, bukan untuk semua orang sehat.
Sambil menunggu hasil penelitian lanjutan, para ahli menyarankan fokus pada langkah yang sudah terbukti mendukung umur panjang, seperti menjaga berat badan ideal, mengontrol kesehatan metabolik, mengonsumsi asam lemak omega-3, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment