Sahabat.com - Banyak orang pernah mengalami situasi yang sama. Tubuh sudah sangat lelah dan siap beristirahat, tetapi saat kepala menyentuh bantal, pikiran justru aktif ke mana-mana. Mulai dari mengingat kejadian lama yang memalukan, menyusun rencana belanja mingguan, hingga memikirkan hal-hal tidak penting yang membuat mata semakin sulit terpejam.
Jika Anda sering mengalami susah tidur, para ahli tidur justru menyarankan untuk tidak terus berbaring di tempat tidur. Menurut mereka, jika seseorang tetap terjaga lebih dari 15 hingga 20 menit, bangun dari tempat tidur bisa menjadi langkah yang lebih efektif untuk membantu tubuh kembali mengantuk.
Alasannya sederhana. Otak membentuk hubungan antara tempat tidur dan aktivitas yang dilakukan di sana. Ketika tempat tidur digunakan untuk tidur, otak akan mengenalinya sebagai sinyal untuk beristirahat. Namun jika seseorang terbiasa berbaring sambil merasa cemas, frustrasi, atau terus memikirkan berbagai hal, otak justru akan mengaitkan tempat tidur dengan kondisi terjaga.
Semakin lama seseorang terjaga di atas kasur, rasa kesal biasanya ikut meningkat. Pikiran seperti “kenapa saya belum tidur juga?” atau “besok pasti lelah” dapat memicu stres. Padahal stres merupakan salah satu faktor utama yang membuat tidur semakin sulit datang.
Pakar tidur menjelaskan bahwa tidur bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Semakin keras seseorang mencoba untuk tidur, semakin waspada otak bekerja. Karena itu, bangun sejenak dari tempat tidur dapat membantu memutus siklus frustrasi tersebut dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk rileks secara alami.
Saat bangun dari tempat tidur, hindari lampu yang terlalu terang karena dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu proses tidur. Selain itu, jauhi ponsel, tablet, atau laptop karena cahaya layar dan aktivitas digital dapat membuat otak semakin aktif.
Sebagai gantinya, lakukan aktivitas ringan dan menenangkan seperti membaca buku fisik, mendengarkan musik lembut, melakukan peregangan ringan, menulis jurnal, atau latihan pernapasan sederhana. Jangan pula terus-menerus melihat jam karena kebiasaan ini dapat meningkatkan kecemasan.
Kembalilah ke tempat tidur saat tubuh benar-benar mengantuk. Konsistensi menjalankan kebiasaan ini diyakini dapat melatih kembali otak untuk menghubungkan tempat tidur dengan tidur yang nyenyak. Dengan kata lain, terkadang cara terbaik untuk tertidur adalah berhenti memaksakan diri untuk tidur.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment