Paparan Pestisida Diam-Diam Picu Kanker Usus di Usia Muda? Ini Fakta Mengejutkannya

24 April 2026 11:51
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pekerja pertanian menggunakan pestisida yang dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal usia muda.

Sahabat.com - Gaya hidup modern ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tak bisa dianggap sepele. Penelitian terbaru mengungkap bahwa paparan lingkungan seperti pestisida, pola makan, hingga kebiasaan merokok bisa berkontribusi pada meningkatnya kasus kanker kolorektal di usia muda. Penyakit yang dulu identik dengan usia lanjut ini kini justru semakin sering ditemukan pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal bergengsi, para peneliti menyoroti konsep *exposome*, yaitu akumulasi paparan yang dialami seseorang sepanjang hidupnya. Faktor-faktor ini meninggalkan jejak biologis yang dikenal sebagai perubahan epigenetik, termasuk proses DNA methylation yang memengaruhi cara gen bekerja tanpa mengubah struktur dasarnya.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan kuat antara pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, dan paparan bahan kimia dengan risiko kanker usus besar. Menariknya, satu jenis herbisida bernama Picloram juga ditemukan memiliki hubungan signifikan dengan meningkatnya kasus kanker kolorektal dini.

Penulis utama studi, José Seoane, menjelaskan, “Kami menemukan bahwa merokok, pola makan, dan pestisida bernama picloram berkaitan dengan kanker kolorektal usia muda.” Ia menambahkan bahwa temuan ini memang masih bersifat observasional, namun cukup kuat untuk menjadi peringatan awal.

Data dari Amerika Serikat menunjukkan wilayah dengan penggunaan picloram lebih tinggi memiliki angka kanker kolorektal yang juga lebih tinggi, bahkan setelah mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Meski belum membuktikan sebab-akibat secara langsung, temuan ini membuka kemungkinan adanya peran besar lingkungan terhadap kesehatan usus.

Lebih lanjut, Seoane menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup. “Masuk akal untuk mengatakan bahwa pola makan yang lebih baik dan berhenti merokok dapat menurunkan risiko kanker kolorektal,” ujarnya. Namun untuk paparan pestisida, ia menyebut perlu regulasi lebih lanjut jika hubungan sebab-akibat benar-benar terbukti.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya soal genetika, tetapi juga akumulasi kebiasaan dan lingkungan. Dengan meningkatnya kasus kanker di usia muda, penting bagi siapa pun untuk mulai lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi dan lingkungan tempat tinggal.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment