Sahabat.com - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam The Lancet menunjukkan bahwa menghilangkan konsumsi daging olahan dan meningkatkan asupan buah dapat menambah usia hidup dan mengurangi beban penyakit jantung, diabetes, dan kanker di Belanda.
Studi Tentang Pengaruh Diet terhadap Penyakit Tidak Menular
Kebiasaan makan yang buruk memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit tidak menular (PTM). Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi diet dalam mengurangi beban global dari penyakit-penyakit tersebut. Diet Barat umumnya ditandai dengan asupan protein nabati, lemak, dan serat yang tidak memadai dari kacang-kacangan, biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran.
Konsumsi daging merah dan daging olahan yang tinggi, serta minuman manis yang mengandung gula (SSB), sering menjadi karakteristik diet Barat, dan telah terbukti meningkatkan risiko berbagai PTM, termasuk stroke, penyakit jantung koroner (PJK), diabetes tipe 2, kanker paru-paru, dan kanker kolorektal.
PTM tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Belanda, di mana lebih dari 1,5 juta orang diperkirakan akan didiagnosis dengan diabetes pada tahun 2040, bersama dengan 1,1 juta kasus PJK. Keterkaitan yang jelas antara risiko PTM dan pola makan menyoroti pentingnya mengidentifikasi produk makanan yang optimal untuk mengurangi beban PTM dan dampaknya di masa depan.
Tentang Studi Ini
Studi ini mengukur bagaimana kepatuhan terhadap komponen-komponen pedoman diet Belanda dapat mempengaruhi beban PTM pada tahun 2050. Penelitian ini berasumsi bahwa perubahan dalam tingkat konsumsi makanan ke tingkat optimal yang ditentukan oleh pedoman diet akan menurunkan risiko PTM populasi, sehingga mengurangi insiden, prevalensi, dan angka kematian PTM yang pada akhirnya akan mengurangi beban PTM secara keseluruhan.
Data diperoleh dari lebih dari 2.000 penduduk Belanda, baik pria maupun wanita, yang berusia antara 19 hingga 79 tahun. Semua peserta studi menyelesaikan Survei Konsumsi Makanan Nasional Belanda (DNFCS) 2012-2016 untuk menentukan konsumsi mereka terhadap buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji, legum, ikan, daging merah dan olahan, produk susu, teh, dan SSB.
Data ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi korelasi yang mungkin ada antara konsumsi makanan tertentu dengan risiko lima PTM, termasuk PJK, stroke, diabetes tipe 2, kanker kolorektal, dan kanker paru-paru.
Hasil Temuan Studi
Pada kedua jenis kelamin, kepatuhan terendah terhadap pedoman diet Belanda saat ini terlihat pada konsumsi legum, kacang-kacangan, daging olahan, dan teh, sementara kepatuhan tertinggi terkait dengan konsumsi daging merah dan biji-bijian utuh.
Berdasarkan data ini, para peneliti memodelkan bagaimana mencapai kepatuhan penuh terhadap pedoman diet Belanda saat ini dapat mempengaruhi prevalensi PTM di Belanda di masa depan.
Menghilangkan daging olahan dari diet, misalnya, terkait dengan pengurangan paling signifikan dalam PJK, yang setara dengan penurunan 18,5% dan 23,8% kasus PJK pada wanita dan pria, masing-masing.
Menghilangkan daging olahan juga diprediksi dapat mengurangi risiko diabetes dan kanker kolorektal sebesar 18,6% dan 8,7% pada wanita, serta 24,5% dan 10,4% pada pria. Manfaat serupa diprediksi dengan peningkatan konsumsi buah yang sesuai dengan pedoman.
Untuk pria dan wanita, konsumsi buah yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 19,1% pada pria dan 17,7% pada wanita. Angka kanker paru-paru juga diperkirakan akan menurun jika populasi yang terwakili memenuhi rekomendasi konsumsi buah, dengan penurunan risiko sebesar 8,2% dan 7,2% pada wanita dan pria, berturut-turut.
Menghilangkan konsumsi daging olahan dapat memberikan keuntungan terbesar dalam peningkatan harapan hidup tanpa penyakit pada semua usia.
Kepatuhan terhadap pedoman diet Belanda memiliki potensi untuk secara signifikan mengurangi insiden PTM, termasuk PJK, diabetes, stroke, kanker kolorektal, dan kanker paru-paru.
Temuan studi ini juga menunjukkan bahwa jumlah tahun harapan hidup total dan bebas penyakit akan meningkat dengan menghilangkan daging olahan dan meningkatkan konsumsi buah.
0 Komentar
Olahraga Sebagai Intervensi Anti Penuaan untuk Menghindari Dampak Negatif Kelelahan Mental
Orang dengan ADHD Mungkin Lebih Suka Mendengarkan Musik Saat Menyelesaikan Tugas Sehari-hari
Bagaimana Mikroba Kulit Anda Mempengaruhi Imunitas, Inflamasi, dan Penyakit Kulit Kronis
Libur Lebaran: Dampak Buruk Sering Rebahan bagi Kesehatan
Kisah Menyayat Hati Wanita dengan 44 Anak di Usia 45 Tahun
Leave a comment