Sahabat.com - Dokter umum mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala penyakit jantung yang kurang dikenal, yakni pembengkakan pada kaki, yang bisa memburuk sepanjang hari.
Menurut survei terbaru, hanya 46% orang yang menyadari bahwa pembengkakan kaki adalah tanda peringatan dari kondisi jantung yang serius.
Di Inggris, lebih dari 7,6 juta orang hidup dengan penyakit jantung atau masalah peredaran darah, berdasarkan data dari British Heart Foundation (BHF).
Secara global, diperkirakan satu dari 12 orang mengalami kondisi ini. Penyakit jantung mencakup serangkaian gangguan pada jantung dan pembuluh darah yang sering disebabkan oleh penumpukan lemak pada arteri, meningkatkan risiko pembekuan darah.
Hal ini juga dapat merusak organ vital seperti otak, ginjal, mata, dan jantung itu sendiri.
Dokter Bhavini Shah, seorang Dokter Umum di LloydsPharmacy Online Doctor, mengungkapkan bahwa pembengkakan kaki, atau edema, adalah gejala yang sering diabaikan dari penyakit jantung.
Pembengkakan ini terjadi akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh dan bisa semakin parah sepanjang hari.
Meskipun gejala ini jarang dikenali, penting untuk segera mendapat perhatian medis.
LloydsPharmacy Online Doctor juga melakukan survei terhadap 500 orang di Inggris, yang menunjukkan bahwa hanya 46% dari mereka yang mengetahui bahwa pembengkakan kaki dapat menjadi tanda masalah jantung.
NHS memperingatkan bahwa pembengkakan kaki juga merupakan gejala umum dari gagal jantung, kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif ke seluruh tubuh.
Gagal jantung sering terjadi karena jantung yang lemah atau kaku, dan meskipun tidak dapat disembuhkan, gejalanya dapat dikendalikan dengan perawatan.
Selain pembengkakan kaki, gejala lain yang harus diwaspadai termasuk nyeri dada, sesak napas, kelelahan ekstrim, dan detak jantung yang tidak teratur.
Nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau sesak bisa menjadi tanda serangan jantung, dan jika mengalami gejala ini, sangat penting untuk segera menghubungi layanan darurat.
Sesak napas juga sering kali terjadi akibat cairan yang menumpuk di paru-paru, mengganggu pernapasan.
Dokter Shah menyarankan untuk memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala tersebut. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, perubahan gaya hidup seperti makan sehat, beraktivitas fisik, berhenti merokok, mengurangi alkohol, dan tidur yang cukup sangat dianjurkan.
0 Komentar
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Makanan Kaya Kalsium yang Kandungannya Lebih Tinggi dari Segelas Susu, Cocok untuk Tulang Sehat
Buah yang Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
Bukan Kopi! Ini Minuman Pagi yang Bikin Fokus Tajam dan Energi Stabil Sepanjang Hari
Camilan Tinggi Protein yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tubuh Tetap Energik Seharian
Rahasia Makanan Fermentasi yang Lagi Viral, Ternyata Punya Manfaat Besar untuk Tubuh
Makanan Anti Inflamasi yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Bantu Tubuh Lebih Sehat dan Bertenaga
Pasta Gandum Utuh Ternyata Lebih Sehat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pecinta Makanan Italia
Leave a comment